Oleh Grace
Darah itu merah Jendral!
56 tahun sudah sejak kejadian dimana para Jendral pergi dengan cara yang tidak manusiawi.
Perjuangan mereka demi menegakkan keadilan harus berakhir didalam sebuah lubang kematian.
Nyawa-nyawa tak bersalah pun ikut melayang membawa segudang keresahan di dada.
Lantas semangat perjuangan kepada Negri siapa yang hendak melanjutkan?
Lantas untuk setiap tetesan darah mengalir siapa yang memperjuangan?
Berpuluh-puluh tahun silam, apakah sudah terbayar dengan layak untuk setiap tumpah darah para pejuang?
Pertanyaan yang harus menghujam di dada para muda/mudi.
Bertanya tentang kemana semangat ini akan di bawa?
Bertanya tentang ke arah mana bangsa ini berlayar?
Bertanya tentang apakah segala perjuangan tumpah darah para pahlawan demi bangsa ini sudah kita lanjutkan?
Darah itu merah Jendral!
30 September 2021
(Penulis adalah mahasiswa semester 5, Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta)