Santri TPQ Raudhatul Qur’an IIQ Jakarta: Mahir Al-Qur’an Sejak Dini

KABAR IIQ

TPQ Raudhatul Qur’an Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta menggelar acara Khotmul Qur’an periode ke-5 dan juga imtihan di Masjid Baiturrahma yang bertempat di Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (19/02/22).

Acara yang diketuai oleh Putri Hana Masfufah ini berlangsung dengan khidmat sejak pukul 08.00-11.00 WIB. Diselenggarakan untuk memenuhi salah satu program Qiraati dalam tempo  setahun sekali dan bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada para santri yang telah menyelesaikan tahapan belajar mengaji Qiraati serta bertujuan untuk memberi motivasi bagi santri lainnya yang masih dalam tahapan proses belajar Qiraati tersebut.

Kegiatan ini diikuti oleh depalan orang santri yang sudah menyelesaikan jenjang kurikulum Qiraati, yaitu dimulai dari kelas pra TK sampai kelas finishing. Dengan dihadiri dewan guru Qiraati, wali santri TPQ Raudhatul Qur’an IIQ Jakarta, para santri jilid 6 dan Al-Qur’an, perwakilan BKKBM, serta tokoh masyarakat yang terdiri dari Ketua DKM, Ketua RT dan RW setempat serta dari beberapa TPQ Qiraati lain yang berada di Jakarta Selatan.

“Dengan adanya acara ini dapat memberikan semangat untuk anak anak, khususnya anak yang masih dalam proses belajar mengaji.” Tutur Darwati, salah satu wali santri TPQ Raudhatul Qur’an.  Para wali santri lain juga merasa senang dan bangga atas terselenggaranya acara khataman ini, melihat antusias yang luar biasa dari anak-anak serta kepiawaian mereka dalam membaca Al-Qur’an diusia yang masih dini. Bukan hanya itu, mereka juga mampu memahami ilmu-ilmu dasar untuk mempelajari Al-Qur’an seperti tajwid, ghorib, dan lain sebagainya, serta memahami berbagai bacaan sholat juga doa harian.

Hal tersebut mengingatkan pada salah satu kutipan dari pepatah Arab bahwa “Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu dan belajar di waktu tua bagai mengukir di atas air.”

Acara Khotmul Qur’an ini memperlihatkan betapa hebatnya anak-anak yang masih kecil. mereka sudah mampu membaca dan memahami ilmu dasar Al Qur’an dengan baik. Terutama ketika sesi sungkeman meminta ridho kepada kedua orang tua. Suasana haru biru menyelimuti siang itu. Seketika tangisan pecah, bukan hanya dari para orang tua saja, namun juga para undangan yang hadir.

“Semoga dengan terselenggaranya acara ini dapat menumbuhkan semangat serta memberi motivasi untuk adik-adik yang sedang berproses dalam belajar mengaji dan kelak mereka dapat menjadi ahlul Qur’an,” tutur Ajeng, Dewan Guru sekaligus Ketua TPQ Raudhatul Qur’an IIQ Jakarta.

Mengajarkan Al-Quran sejak dini merupakan bentuk pengaplikasian hadist Nabi. Dalam suatu riwayat disebutkan: “Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara: mencintai Nabi, mencintai keluarga Nabi dan membaca Al-Qur’an” (HR. Thabrani).

Ucapan terima kasih dan permintaan maaf terkhusus pada anak-anak yang sudah menyelesaikan jenjang pendidikan kurikulum Qiraati nya, menjadi sesi sebelum pemberian ijazah  Qiraati, yang menjadi sesi penutup dari acara tersebut.

Penulis: Siti Nuraini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *