Siap Sambut Mahasiswa Baru, Panitia PBAK IIQ Jakarta Mulai Dipersiapkan!

KABAR IIQ

21 Juni 2025 – Kehidupan kampus bukan hanya berkutat pada buku dan mata kuliah semata. Bagi sebagian mahasiswa, masa kuliah adalah waktu berharga untuk mencari pengalaman yang lebih luas dan beragam, jauh melampaui batas ruang kelas. Kesempatan untuk berkembang inilah yang ditawarkan melalui peran sebagai panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta.

PBAK IIQ Jakarta merupakan agenda tahunan yang menjadi gerbang awal bagi mahasiswa baru dalam mengenal dunia akademik, budaya kampus, serta nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas khas kampus ini. Dalam rangka persiapan penyelenggaraan acara dengan maksimal, dibuka pendaftaran panitia PBAK 2025 sejak 9–24 Juni kemarin.

Dalam proses seleksi panitia PBAK 2025, IIQ Jakarta menetapkan sejumlah persyaratan utama bagi calon mahasiswa tingkat 4 yang mendaftar: aktif semester 4, tanpa kendala akademik maupun tahfîdz, belum mengikuti kepanitiaan lain, serta dikenal jujur dan memiliki komitmen tinggi. Selain itu, kandidat diharapkan siap berkontribusi penuh baik melalui waktu, tenaga, maupun pikiran, telah mengisi surat pernyataan, dan dinyatakan lulus PBAK setelah melalui rangkaian seleksi wawancara.

Open reicrutment ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari mahasiswa aktif, khususnya mahasiswa semester 4 IIQ Jakarta yang ingin berkontribusi secara langsung dalam menyambut para mahasiswa baru.

“Alasan aku tertarik ingin bergabung menjadi panitia PBAK karena ingin mencari pengalaman baru dan menambah relasi juga. Dan aku sudah siap meluangkan waktu dan tenaga secara total selama masa persiapan dan pelaksanaan PBAK nanti,” ucap Ghina Indana, salah satu calon panitia PBAK IIQ, 

Seleksi akan berlanjut ke tahap wawancara. Pada Tahap ini,para calon diberi kesempatan untuk memberikan komitmen, menyuguhkan ide-ide segar, serta menunjukkan antusiasmedan kesiapan diri mereka untuk berkontribusi dalam mempersiapkan agenda penting ini. Nantinya setelah melewati semua tahapan, akan ditentukan apakah mereka dapat bergabung menjadi bagian dari panitia atau tidak.

“Harapanku supaya kepanitiaan ini bisa jadi wadah untuk (menjadikan) aku lebih berkembang lagi dan banyak pengalaman yg bisa aku dapat,” tambah Ghina antusias.

Para calon panitia berharap bahwa melalui penyelenggaraan kegiatan PBAK ini, mereka akan memperoleh peningkatan signifikan dalam kemampuan organisasi serta kepemimpinan. Mereka ingin mengasah keterampilan dalam berbagai aspek, mulai dari manajemen waktu, komunikasi efektif, kerja tim, hingga pengambilan keputusan di bawah tekanan.

Tak hanya itu, melalui kegiatan ini mereka akan mendapatkankesempatan untuk memperluas jaringan relasi—baik dengan sesama panitia atau pemateri. Dengan menghadapi tantangan nyata dalam hal merancang, koordinasi, pelaksanaan, hingga evaluasi acara, para calon panitia akan dibuat semakin percaya bahwa pengalaman berharga ini akan memperkaya portofolio mereka serta membentuk karakter, profesionalitas, dan kesiapan mereka menghadapi kehidupan kampus maupun dunia kerja di masa depan.

Semua pengalaman ini akan didapat, bukan dengan tubuh yang berleha-leha, sebagaimana salah satu kutipan yang dikatakan Helen Keller,“Karakter tidak dapat dikembangkan dengan mudah dan tenang. Hanya melalui pengalaman ujian dan penderitaan jiwa dapat diperkuat, ambisi menginspirasi, dan keberhasilan yang dicapai.”

Penulis: Aisya Humaira

Proofreader: Anisa Aulia Putri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *