
Indonesia, dengan kekayaan budayanya yang beragam, telah lama dikenal sebagai tanah kelahiran produk budaya yang memukau. Salah satu mahakarya budaya yang paling berharga adalah kebaya. Dengan segala keanggunan dan sejarah panjangnya, kebaya telah menjadi simbol identitas perempuan Indonesia dan warisan budaya yang tak ternilai.
Sebagai bentuk pelestarian dan kebanggaan terhadap warisan budaya yang mendalam ini, Indonesia merayakan Hari Kebaya Nasional setiap tanggal 24 Juli.
Asal Usul Kebaya
Kebaya adalah pakaian tradisional yang digunakan oleh perempuan Indonesia, khususnya di Jawa, Bali, dan Sumatera. Asal usul kebaya sendiri masih diperdebatkan, namun diperkirakan telah ada sejak abad ke-15. Istilah kebaya diyakini berasal dari bahasa Arab, yaitu abaya, yang berarti pakaian labuh dengan belahan di depan. Desain kebaya juga mengandung unsur Arab dan Tionghoa, dengan ciri khas berupa kerah terbuka serta lengan panjang, lalu berasimilasi dengan budaya lokal Indonesia dan menciptakan gaya yang unik dan khas.
Pada masa lampau, kebaya hanya dipakai oleh kalangan perempuan bangsawan dan memiliki bentuk mirip busana wanita Portugis. Namun, pada abad ke-17, khususnya di masa kolonial Belanda, kebaya menjadi pakaian resmi bagi perempuan Indonesia dari berbagai kalangan, mulai dari bangsawan hingga masyarakat biasa.
Keberadaan kebaya bukan sekadar pakaian adat. Kesederhanaan bentuknya mencerminkan nilai kesopanan dan keanggunan perempuan Indonesia. Kebaya juga menjadi simbol kepatuhan, kehalusan, dan kelembutan dalam perilaku perempuan. Kini, desain kebaya terus berkembang mengikuti zaman, menggabungkan unsur modern tanpa menghilangkan nilai tradisional. (Sumber: Hamzah Batik – Sejarah Hari Kebaya Nasional)
Sejarah Hari Kebaya Nasional
Usulan penetapan Hari Kebaya Nasional muncul sebagai bentuk keprihatinan atas semakin berkurangnya penggunaan kebaya dalam kehidupan sehari-hari. Menurut situs resmi Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kota Surakarta, ide ini berasal dari Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia dan kemudian disetujui oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Setelah melalui berbagai tahapan serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan komunitas budaya, Presiden Joko Widodo menetapkan Hari Kebaya Nasional pada tanggal 24 Juli, dan pertama kali diperingati pada tahun 2024.Menurut situs resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, penetapan Hari Kebaya Nasional didasarkan pada Keppres Nomor 19 Tahun 2023 dengan beberapa alasan utama:
1. Kebaya merupakan identitas nasional yang bersifat lintas etnis dan telah berkembang menjadi aset budaya yang sangat berharga sehingga perlu dijaga dan dilestarikan.
2. Kebaya telah berkembang menjadi busana yang digunakan secara nasional dalam berbagai kegiatan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
3. Pada Kongres Wanita Indonesia X yang dihadiri Presiden Soekarno, dinyatakan bahwa revolusi Indonesia tidak dapat berjalan tanpa peran perempuan, di mana seluruh peserta kongres mengenakan kain kebaya.
Perayaan Hari Kebaya Nasional yang dilaksanakan setiap tahun bukan hanya bentuk penghormatan terhadap warisan budaya, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda. Harapannya, generasi penerus bangsa akan terus merasa bangga terhadap kebaya sebagai bagian dari identitas dan sejarah Indonesia.
Penulis: Aisya Humaira
Proofreader: Sufa Alwafiah Jamyza