
Pamulang, Kamis (27/11/2025). Metode Bagdadi memasuki usia ke-11 tahun dan diperingati melalui acara resmi di Pesantren Takhasus IIQ Jakarta. Peringatan ini menjadi momentum bagi IIQ untuk menegaskan kembali komitmennya dalam mempertahankan metode eja sebagai standar pembelajaran huruf hijaiyah, sekaligus memperkuat perannya dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an. Acara tersebut dihadiri oleh civitas akademika IIQ Jakarta, pengurus Pesantren Takhasus IIQ Jakarta, para demisioner Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdatul Ulama (JQHNU) IIQ Jakarta, serta seluruh mahasantri Pesantren Takhasus IIQ Jakarta.
Ketua pelaksana, Maryam Ishma Mumtaza, dalam sambutannya menyampaikan rangkaian harlah Metode Bagdadi tahun ini terdiri dari tiga agenda. Pertama, pembukaan dan malam perayaan pada Kamis (27/11/2025). Kedua, bazar pada Jumat pagi (28/11/2025). Ketiga, lomba sajak tajwid bagi mahasantri yang digelar pada siang hari Jumat (28/11/2025).
Pada kesempatan tersebut, Dr. Abdul Rasyid Masykur, MA., selaku penyusun Metode Bagdadi, memberikan kilas balik mengenai sejarah lahirnya metode ini di IIQ Jakarta. Beliau memaparkan bahwa Metode Bagdadi pertama kali diperkenalkan secara resmi di Pondok Pesantren Al-Hikam Depok sebagai respons atas kegelisahan para kiai terhadap banyaknya masyarakat yang belum mengenal huruf hijaiyah. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa Metode Bagdadi bukan milik pribadi ataupun keluarganya. “Saya hanya menjadi wasilah dalam penyusunannya,” tutur beliau.

Menurutnya, di tengah menjamurnya metode pembelajaran yang tidak berbasis ejaan, Metode Bagdadi perlu dihidupkan kembali karena telah terbukti efektif dalam melahirkan banyak ulama Al-Qur’an. “Metode ini diperuntukkan bagi kelas menengah. Ada Metode Maisuro untuk tingkat mahir, dan Metode Abjadi bagi pemula. IIQ harus produktif dan terus melahirkan karya seperti ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa IIQ Jakarta saat ini tengah mempersiapkan skema sertifikasi profesi, di mana salah satu standar kelulusannya adalah penguasaan Metode Bagdadi. “Jika sudah memiliki syahadah Bagdadi, maka 99 persen kalian dinyatakan lulus,” ungkapnya
Harlah tahun ini juga dimeriahkan dengan penampilan Drama Musikal berjudul “Putri Salju dan Kurcaci Tajwid” oleh JQHNU IIQ Jakarta, serta sejumlah pertunjukan dari Akademi Musik IIQ (AMIQ) yang turut memeriahkan jalannya acara.
Indah Sari Hasibuan, Ketua Komisariat JQHNU IIQ Jakarta, turut menyampaikan ucapan selamat atas usia ke-11 tahun Metode Bagdadi. Ia juga menyampaikan harapannya, “Semoga metode ini terus berjaya dan menjadi wasilah pengabdian pada Al-Qur’an bagi para mahasantri,” tuturnya.
Melalui rangkaian acara perayaan ini, Metode Bagdadi diharapkan dapat terus berkembang sebagai metode dasar pembelajaran Al-Qur’an yang berakar dari IIQ Jakarta dan mampu memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Penulis : Ayfia Amireyl Fitrothy
Proofeader : Adilah Hidayati