Jelang Jadwal KKL Juli 2026, Mahasiswa Harapkan Informasi Teknis Segera Diumumkan

Kabar IIQ
Source image: AI

Berdasarkan kalender akademik, Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dijadwalkan berlangsung pada 3 Juli 2026. Namun hingga Selasa (2/6), mahasiswa semester 6 belum menerima informasi resmi terkait sistem pelaksanaan, lokasi, pembagian kelompok, maupun dosen pembimbing KKL.

Sejumlah mahasiswa menyebut informasi tersebut penting diketahui lebih awal guna mempersiapkan kebutuhan akademik, administrasi, finansial, hingga kesehatan sebelum pelaksanaan kegiatan berlangsung.

Aliya Arianti, mahasiswa semester 6 Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), mengaku informasi yang diterima sejauh ini baru sebatas pendaftaran dan biaya administrasi.

“Mungkin keberlanjutannya, sosialisasi kali ya, seperti pembagian teman kelompok, lokasi, dan dosen pembimbing,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Hafizahtul Aulia, mahasiswa semester 6 Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (MZW). Menurutnya, mahasiswa membutuhkan kepastian informasi di tengah persiapan ujian akhir semester (UAS).

“Baiknya setelah mengisi pendaftaran kemarin, kita langsung diberi kepastian kapan pengumuman selanjutnya,” katanya.

Mahasiswa semester 6 lainnya, Wafda ‘Athiyah, mengatakan informasi teknis perlu diketahui lebih awal karena KKL membutuhkan banyak persiapan. Terlebih, hingga saat ini belum ada kejelasan apakah lokasi dan kelompok akan ditentukan kampus atau mahasiswa secara mandiri.

Pertanyaan tersebut muncul karena pada pelaksanaan tahun sebelumnya mahasiswa mencari lokasi KKL dan menentukan kelompok secara mandiri. Mahasiswa semester 8, Indah Sari Hasibuan, menyebut sosialisasi KKL tahun lalu telah dilakukan sejak Maret.

“Tahun lalu semuanya ditentukan mandiri oleh mahasiswa, jadi sosialisasi sudah dilakukan lebih awal,” jelasnya.

Menurut Indah, meskipun tahun ini pembagian kelompok dikabarkan akan ditentukan kampus, informasi sejak awal tetap diperlukan agar mahasiswa dapat menyiapkan RAB, proposal, struktur kelompok, hingga program kerja secara matang.

Senada dengan itu, Feby Salsabila, mahasiswa semester 6 Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), menilai persiapan KKL tidak dapat dilakukan secara mendadak, terutama terkait kebutuhan dana dan program kerja.

“Kalau informasi baru disampaikan mendekati hari-H, mahasiswa akan kebingungan. Akhirnya mahasiswa saling bertanya-tanya, tapi juga bingung harus bertanya ke mana,” ujarnya.

Feby berharap pihak kampus segera melaksanakan sosialisasi agar mahasiswa dapat melakukan persiapan dengan lebih matang. Ia juga berharap pelaksanaan KKL ke depan dapat lebih terstruktur agar mahasiswa angkatan berikutnya tidak mengalami kebingungan serupa.

Presiden DEMA FUD, Helsa Tria, mengonfirmasi telah berupaya menghubungi pihak Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPKM) untuk memperoleh keterangan resmi. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons yang diberikan.

Penulis: NH

Proofreader: SAJ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *