
Judul Buku: Logika Keimanan: Bukti Logis Kebenaran Akidah Islam dalam Sorotan Sains Modern
Penulis: Ahmad Ataka, Ph.D.
Penerbit: Turos Pustaka
Tahun Terbit: 2024
Jumlah Halaman: 324 halaman
Pendahuluan
Apakah beriman berarti berhenti bertanya? Pertanyaan tersebut menjadi menarik ketika agama sering ditempatkan berseberangan dengan rasionalitas dan perkembangan sains.
Isi Buku
Dengan menjadikan Ummul Barahin karya Imam al-Sanusi sebagai pijakan utama, Ataka membawa pembahasan ilmu kalam klasik ke dalam percakapan dengan sains dan teknologi modern. Konsep hukum wajib, mustahil, dan jaiz menjadi salah satu fondasi dalam menjelaskan persoalan ketuhanan. Pembahasan tersebut kemudian dikaitkan dengan berbagai persoalan seperti asal-usul alam semesta, keteraturan realitas, hingga hubungan kehendak Tuhan dan manusia.
Kelebihan
Buku ini menarik karena mempertemukan ilmu kalam dengan sains modern dan mengaitkannya dengan persoalan manusia masa kini. Ketika konsep teologi didialogkan dengan teori sains, pembaca perlu membedakan antara argumentasi filosofis, analogi, dan pembuktian ilmiah. Buku ini tidak hanya menawarkan jawaban, tetapi juga membuka ruang untuk mempertanyakan bagaimana iman dan akal seharusnya berdialog.
Kekurangan
Dari sisi penyajian, buku ini cukup menantang. Istilah seperti substansi, aksiden, hukum akal, dan pembahasan sifat-sifat Allah membutuhkan perhatian lebih, terutama bagi pembaca yang belum akrab dengan ilmu kalam.
Relevansi / Refleksi
Bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa studi Islam, Logika Keimanan menawarkan lebih dari sekadar bacaan tentang akidah. Buku ini mengajak pembaca melihat bahwa membaca karya keislaman tidak harus berakhir pada menerima suatu kesimpulan, melainkan menjadi proses untuk bertanya, menalar, dan mengolah gagasan serta memperluas cakrawala keilmuan.
Penutup
Persoalan hakiki yang diangkat dalam karya ini bukanlah pertentangan antara rasionalitas dan iman, melainkan keberanian kita untuk mengolah akal demi memahami keyakinan sendiri secara utuh. Ahmad Ataka berhasil memperlihatkan bahwa tradisi berpikir dan akidah justru saling menguatkan, bukan saling meniadakan.
Pada akhirnya, Logika Keimanan menunjukkan bahwa iman dan akal tidak harus ditempatkan sebagai dua hal yang berseberangan. Buku ini mengajak pembaca memahami keyakinan melalui proses berpikir yang kritis.
Penulis: Firda Husnia Rahmah
Proofreader: Kamila Nurisa’adah