Satu Kelompok, Beda Beban: Bagaimana Cara Mengatasinya?

INTERPRETATIVE
Source image: Pinterest

Kerja kelompok adalah sesuatu yang tidak bisa lepas dari dunia perkuliahan. Melalui tugas kelompok, mahasiswa belajar berdiskusi, membagi peran dan tanggung jawab, serta menyelesaikan tugas secara kolaboratif. Namun realitanya, terkadang tidak semua anggota berkontribusi secara adil. Ada yang aktif mengerjakan tugas, dan ada yang kurang terlibat hingga mendekati deadline pengumpulan tugas.

Fenomena ini dikenal sebagai social loafing, yaitu kecenderungan seseorang mengurangi usaha ketika bekerja dalam kelompok dibandingkan saat mengerjakan tugas secara individu.

Penelitian Muhammad Royhan Mustopa (2026) dalam artikel berjudul “Fenomena Social Loafing pada Mahasiswa dalam Pengerjaan Tugas Kelompok” menjelaskan bahwa minimnya kontribusi anggota kelompok dapat menyebabkan ketimpangan beban kerja, konflik antaranggota, hingga menurunkan kualitas hasil tugas.

Lantas, bagaimana cara menghadapi kerja kelompok yang tidak seimbang? Ada beberapa langkah yang bisa dipraktikkan mahasiswa agar tugas kelompok tidak hanya bergantung pada satu atau dua orang.

  1. Bagi tugas secara jelas dan merata sejak awal

Pastikan setiap anggota mendapatkan tanggung jawab dengan beban kerja yang seimbang. Misalnya, jika satu orang mencari referensi, anggota lain dapat menyusun materi, sementara anggota lainnya membuat makalah dan PowerPoint (PPT). Sesuaikan pembagian tugas dengan tingkat kesulitan dan waktu pengerjaan agar tidak ada anggota yang menanggung beban berlebihan.

  1. Tentukan deadline untuk setiap bagian

Jangan berpatokan pada jadwal pengumpulan dari dosen. Buat batas waktu internal agar perkembangan pekerjaan bisa dipantau dan anggota memiliki kesempatan memperbaiki bagian yang belum selesai.

  1. Bangun komunikasi secara terbuka

Jika ada anggota yang belum menjalankan tugasnya, tanyakan apakah ada kendala atau tidak. Bisa jadi, anggota tersebut mengalami kesulitan memahami materi atau membutuhkan bantuan.

  1. Lakukan evaluasi secara berkala

Jangan menunggu sampai tugas hampir dikumpulkan untuk membahas masalah. Periksa kemajuan setiap bagian dan sepakati langkah berikutnya apabila ada pekerjaan yang tertinggal.

Kerja kelompok bukan sekadar menyelesaikan tugas demi mendapatkan nilai, tetapi juga belajar bertanggung jawab dan bekerja sama. Jangan sampai, tugas yang seharusnya dikerjakan bersama justru menjadi beban satu atau dua orang saja. Sebab, nama yang tercantum dalam tugas boleh sama, tetapi kontribusi setiap anggota seharusnya tidak diabaikan.

Penulis: Suci Sutiani

Proofreader: Rijwa Nida Hubaiba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *