KKL IIQ Jakarta 2025: Merajut Ilmu dan Pengabdian dalam Spirit Al-Qur’an, Perempuan, dan Konservasi Lingkungan

Kabar IIQ

Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Mahasiswa Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta tahun ini kembali hadir dengan semangat pengabdian yang kuat dan tujuan yang bermakna. Mengangkat tema besar “Al-Qur’an, Perempuan, dan Konservasi Lingkungan,” KKL 2025 menjadi wadah implementasi ilmu sekaligus ruang tumbuh bagi para mahasiswa untuk mengenal langsung dinamika sosial, budaya, dan ekologi masyarakat desa.Bagi Lubna Syhahira Nurfadhela, mahasiswa semester 6 Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, KKL bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan pengalaman hidup yang mempertemukan antara nilai, praktik, dan realitas masyarakat. “Tujuan utama dari KKL ini pastinya untuk mewujudkan tiga poin dari tema yang diusung: Al-Qur’an, Perempuan, dan Konservasi Lingkungan. Semua itu kami jalankan dengan semangat pengabdian diri terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Lubna adalah keterlibatan dalam pembuatan biopori, yang dilakukan bersama tenaga ahli dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Di situ kami benar-benar belajar langsung dari ahlinya, bukan hanya teori, tapi praktik nyata untuk konservasi,” tambahnya. Tak hanya itu, momen pawai obor menyambut Tahun Baru Muharram yang diikuti warga desa juga menjadi kenangan indah yang menggambarkan kedekatan mahasiswa dengan masyarakat.

Sementara itu, Mursyida Khaerani, mahasiswa semester 6 Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, menemukan momen paling bermakna saat mengajar di 4 TPQ berbeda. “Setiap TPQ punya metode pembelajaran yang unik. Saya jadi bukan hanya mengajar, tapi juga banyak belajar tentang pendekatan-pendekatan baru dalam pendidikan Al-Qur’an,” tuturnya.

Mursyida juga menyoroti bagaimana KKL menjadi ruang latihan langsung untuk kemampuan komunikasi interpersonal. “Saya belajar bagaimana berkomunikasi dengan tokoh masyarakat, pejabat desa, dan juga para ibu-ibu. Ini pelajaran yang tak bisa saya dapatkan di kelas,” jelasnya.

Kedua narasumber sama-sama menegaskan bahwa masyarakat di lokasi KKL sangat terbuka dan mendukung kehadiran mahasiswa IIQ. “Respon masyarakat sangat baik dan welcome. Kami diajak serta dalam banyak agenda besar desa, dan mereka tampak sangat terbantu,” ungkap Lubna. Mursyida pun menyampaikan hal senada, “Masyarakat sangat antusias dengan program-program kami. Itu membuat kami semakin semangat untuk mengabdi.

”KKL IIQ Jakarta 2025 menjadi bukti nyata bagaimana nilai-nilai Qur’ani dan kepedulian sosial bisa berpadu dalam semangat pengabdian. Bagi para mahasiswa, kegiatan ini bukan hanya bentuk pengaplikasian ilmu, tetapi juga ruang refleksi, empati, dan pertumbuhan diri di tengah masyarakat yang sesungguhnya.

Penulis : Ayfia Amireyl Fitrothy

Proofeader : Anisa Aulia Putri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *