Tangerang Selatan– Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta resmi menutup rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025 pada Jumat, 5/09/2025. Penutupan berlangsung di halaman Pesantren Takhasus IIQ Jakarta pada sore hari setelah rangkaian kegiatan terakhir PBAK yang telah digelar sejak pagi. Acara ini dihadiri langsung oleh Rektor IIQ Jakarta serta jajarannya, perwakilan BKKBM, Pengurus Pesantren, seluruh panitia PBAK 2025, serta mahasiswa baru.
Upacara penutupan PBAK digelar usai salat Ashar, yang dibuka oleh Nashwa Nadra selaku MC. Rangkaian dimulai dengan penurunan bendera merah putih oleh Sovia Nur Hidayah Syarvina, Inayah Zein dan Siti Fauziah, dilanjut dengan pembacaan teks pembukaan Undang-undang Dasar 1945 oleh Syahdatun Nada, disusul pembacaan Pancasila yang dipimpin langsung oleh Rektor dan diikuti oleh seluruh peserta dengan penuh semangat.
Dalam sambutannya, Rektor IIQ Jakarta, Assoc. Prof. Dr. Nadjematul Faizah, S.H., M.Hum, dengan hangat dan penuh harapan menyampaikan pesan kepada para calon mahasiswa baru (camai). Beliau menekankan pentingnya kebersamaan dalam menempuh masa perkuliahan, bukan hanya memulainya bersama, tetapi juga menuntaskannya bersama.
“Adik-adik camai mengikuti PBAK secara bersama-sama, maka nanti lulus harus bersama-sama pula,” ujar beliau dengan pesan sederhana, namun sarat makna.
Kegiatan berlanjut dengan simbolis pelepasan name tag camai PBAK IIQ Jakarta. Pelepasan name tag mahasiswa baru Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam oleh Assoc. Prof. Dr. Nadjematul Faizah, S.H., M.Hum, pelepasan kedua, mahasiswa baru IIQ Fakultas Ushuluddin dan Dakwah oleh Dr. Iffaty Zamimah, M.A, dan pelepasan ketiga, mahasiswa baru IIQ Fakultas Tarbiyah oleh Ruaedah, M.A.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pencabutan maskot PBAK 2025 secara simbolis oleh Rabiatul Adawiyah M.pd selaku wakil ketua pelaksana. Setelah itu disambung dengan selebrasi jejak langkah pertama Lembaga BKKBM IIQ Jakarta oleh para ketua Lembaga BKKBM. Suasana semakin khidmat saat Tim Paduan Suara dan seluruh peserta yang hadir bersama-sama menyanyikan Hymne serta Mars IIQ Jakarta.
Sebagai penutup rangkaian upacara, doa dipimpin oleh Dr. KH. Ahmad Fathoni Lc., M.A. Kemeriahan acara juga diwarnai dengan penampilan energik dari tim taekwondo, sebelum akhirnya ditutup dengan sesi dokumentasi bersama jajaran akademik, camai 2025, perwakilan BKKBM dan panitia PBAK IIQ Jakarta.
Penutupan PBAK 2025 berjalan dengan lancar dan khidmat. Setiap rangkaian kegiatan dan momen-momen PBAK ini meninggalkan kesan yang mendalam, baik bagi para peserta maupun para panitia yang sudah bekerja keras.
Dalam sesi wawancara, Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa IIQ Jakarta, Salsabila Ismanita menyampaian rasa syukur atas pelaksanaan PBAK 2025 yang berjalan dengan baik. “Bangga dengan antusias para camai, karena selama 3 hari PBAK semangatnya tidak berkurang, energik, dan menikmati setiap rangkaian proses PBAK,” ujar Salsabila.
Ia juga berharap agar para camai bisa terus berjuang menjadi sarjana penghafal Al-Qur’an lulusan IIQ Jakarta dan IIQ Jakarta dapat menjadi wadah yang tepat bagi para camai untuk terus berproses. Ketua Pelaksana PBAK 2025, Al-Qalbiyatul Thayyibah, membagikan kesan pribadinya selama menjalani proses panjang dalam kepanitian.
“Menjadi bagian dari panitia PBAK 2025 adalah pengalaman yang tidak akan saya lupakan. Di balik lelah, dan berbagai dinamika yang terjadi, saya merasakan indahnya kebersamaan dan persaudaraan yang terjalin. Dari sini saya belajar bahwa kerja keras yang dilakukan bersama-sama akan terasa lebih ringan, dan setiap senyuman serta semangat teman-teman panitia menjadi energi yang membuat semua terasa layak diperjuangkan.”
Ia juga menyampaikan harapan besar kepada para panitia serta keberlangsungan semangat kebersamaan ini yang telah terbangun.
“Semoga kebersamaan ini tidak hanya berhenti di PBAK 2025, tapi terus berlanjut dalam perjalanan kita sebagai mahasiswa. Untuk teman-teman panitia, terima kasih sudah menjadi keluarga kedua yang saling menguatkan. Semoga semua keringat, tenaga, dan doa yang kita curahkan menjadi amal kebaikan dan meninggalkan jejak indah di hati para mahasiswa baru.”
“Mari kita jaga semangat ini, dan terus berbuat yang terbaik untuk kampus tercinta. Untuk panitia selanjutnya, tetaplah menjaga kekompakan, saling menghargai, dan bekerja dengan ikhlas karena semua yang kita lakukan akan menjadi bagian dari sejarah mahasiswa baru. Terakhir, semoga PBAK ke depan bisa lebih baik lagi, dan membawa kesan positif bagi seluruh peserta,” tambahnya.
Beberapa Mahasiswa baru juga ikut memberikan kesan pesan nya selama mengikuti rangkaian kegiatan PBAK 2025. Yang pertama datang dari Siti Ghazalba Nurul Azizah mahasiswi baru prodi Ilmu Al-Qur’an & Tafsir (IAT).
“Secara keseluruhan agenda di PBAK ini menyenangkan dan terkesan sakral. Terlebih ketika melakukan upacara upacara PBAK dan juga penutupan juga selebrasi. Selain itu, aku merasa senang karena dapat Insight baru dari para narasumber. Sehingga hal ini dapat menjadi pendorong semangat dan tekad untuk camai. Pokoknya PBAK 2025 the best.”
Ghazalba juga menambahkan, baginya tantangan dari tugas, usaha menaati peraturan dan mengerjakan tugas selama PBAK ini bisa menjadi gambaran para camai tentang pembelajaran dunia perkuliahan.Yang kedua berasal dari Sumayyah Faizal Kamaluddin, mahasiswi baru prodi IAT. Ia juga menyampaikan kesan pesannya dengan antusias.
“Kesan aku selama PBAK itu Masya Allah luar biasa banget, terus seneng juga, ada capek dikit sih, tapi PBAK kemarin seru banget”.
Di akhir, Sumayya juga memberikan pesan untuk seluruh Kakak Panitia, Kakak Lembaga BKKBM, serta teman-teman MABA nya untuk terus semangat ke depannya.
Penulis: Aisya Humaira
Proofreader: Lubna Syahira