Judul Buku: Yang Belum Usai
Penulis: Pijar Psikologi
Editor: Dionisia Putri
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: Edisi Digital, 2021
Tebal Halaman: 212
A . Pendahuluan
Pada dunia digital, hanya penggunanya yang memiliki kendali, karena cepatnya informasi dalam dunia digital tak selalu memberikan dampak yang baik. Kadang kala, dampak dari kecepatan informasi justru membuat penonton tidak mencerna secara saksama, tidak berusaha memahami lebih dalam, bahkan terkesan tidak menyaring apa saja yang seharusnya bisa diterima. Hal ini tentunya perlu menjadi perhatian yang lebih serius, karena pada realitasnya, zaman sekarang semua sudah bergantung pada dunia digital. Banyak media sosial yang sudah digunakan untuk mengekspresikan kegemaran yang dijadikan ladang pekerjaan.
Kegemaran di sosial media pada masa sekarang, bisa berupa berbagi informasi terkini atau berbagi pengalaman diri. Akan tetapi, yang perlu dikhawatirkan adalah ketika informasi atau pengalaman diri itu bisa membuat seseorang terdistraksi, sehingga mulai mengklaim sesuatu yang seharusnya perlu dipelajari atau ditanyakan kepada ahlinya. Kita tentunya tidak bisa menyalahkan yang memberi informasi, tetapi sebagai penonton, seharusnya memiliki batasan tersendiri dalam menerima apa yang ditampilkan di media sosial. Terutama pada pembahasan mengenai kondisi psikologis seseorang. Tidak seharusnya mudah mencocokan kondisi diri sendiri, hanya karena melihat potongan video dari pengalaman seseorang, yang pada faktanya seringkali tidak diketahui lebih dalam apa sebabnya.
Dampak yang didapat dari kecepatan informasi terutama pada persoalan psikologi, tentu akan selalu menjadi satu masalah yang kompleks. Sebab akan terus semakin banyak yang mengklaim kondisinya, hanya karena melihat sepotong video saja. Dampak yang jauh lebih berbahaya ketika informasi tersebut mulai disebarkan lagi pada orang-orang dengan kondisi tampak serupa, sehingga semakin ramai yang mengklaim kondisinya, sampai dirasa tidak perlu mendatangi ahlinya.
Buku berjudul “Yang Belum Usai” ini merupakan salah satu buku yang bisa dipelajari tentang bagaimana semua permasalahan psikologis yang seringkali digemborkan di media, dikupas jauh lebih rinci dan mudah dipahami. Serta yang utamanya, buku ini menekankan untuk tidak mudah menduga dan mengklaim kondisi diri. Menggali lebih dalam bagian-bagian yang seringkali dipahami sekilas, sehingga ketika seseorang sudah pada kondisi yang mengetahui penyebabnya, mulai dia akan berani ambil langkah untuk mendatangi ahlinya.
B. Kutipan dalam Buku
“Hidup adalah tentang bagaimana kita menerima setiap peristiwa, baik itu menyenangkan maupun menyakitkan, serta memaafkan orang-orang yang terlibat di dalamnya, termasuk diri kita sendiri”
Jika ditarik pada realitas masa kini, tentu masih banyak orang-orang yang sering menyalahkan keadaan. Tidak mau menerima segala hal yang menyakitkan, bahkan menyimpan dendam sampai dirasa semua terbalaskan. Padahal, jika diterima bisa jauh lebih menenangkan. Hanya saja memerlukan proses yang panjang, dan tentunya tidak semudah ucapan.
“Seringkali, kitalah yang membesar-besarkan suatu peristiwa dan dimaknai secara negatif. Kita hanya mampu melihat sisi buruk dari sekian banyak sisi yang positif pada peristiwa yang dialami.”
Pada faktanya, setiap keadaan yang menimpa diri kita, akan jauh lebih dilihat buruknya, terutama pada kondisi yang dianggap menyakitkan. Tidak ada hal positif yang bisa dijadikan pelajaran. Hal tersebut dianggap sudah lumrah terjadi, dan diwajarkan ketika suatu masalah mulai dibesar-besarkan. Padahal, masalah tidak selalu pada poin negatif, karena pastinya akan selalu ada hal positifnya, jika mau melihat dari sudut pandang yang berbeda.
C. Keunggulan
Buku ini ditulis dengan cerita ilustrasi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga pada istilah-istilah baru, lebih mudah untuk dipahami. Dalam buku ini juga kita dituntun untuk mempelajari secara pelan-pelan, dan banyak juga kalimat-kalimat yang pada kondisi tertentu menunjukan sebuah solusi agar melakukan penanganan secara mandiri.
D. Kekurangan
Sayangnya buku ini berisi kumpulan banyak penulis, sehingga gaya bahasa dan tulisan yang dipakai terkesan sedikit berbeda pada tiap-tiap pembahasannya. Misalnya, pada beberapa contoh yang dituliskan ada yang berbentuk cerita, sehingga mudah dipahami pembaca. Ada yang detail dengan memaparkan perbandingan, ada juga yang berbentuk sepenggal kalimat saja. Selain itu, dalam beberapa kalimat, terdapat kekurangan tanda baca, sehingga akan menimbulkan pemaknaan yang membingungkan.
E. Kesimpulan
Dalam buku ini dipaparkan dengan jelas, mulai dari penyebab, akibat, sampai penanganan yang bisa dilakukan secara pribadi terlebih dahulu. Buku ini sangat direkomendasikan untuk dipelajari, agar tidak ada lagi yang secara gamblang mengklaim kondisi psikologisnya, tanpa memahami bagaimana pembahasannya. Secara rinci, buku ini akan memberikan pembacanya gambaran mengenai berbagai kondisi psikologis, tentang bagaimana cara menerima dan menanggulangi, serta bagaimana seharusnya kondisi tersebut tidak akan berdampak pada diri sendiri atau secara lebih jauh tidak berdampak pada lingkungan.
Penulis: Lubna Syhahira Nurfadhela
Proofeader: Baiq Luluk Handayani