SEMA IIQ Perkuat Kapasitas Pengurus Harian BKKBM melalui Pelatihan Administrasi dan Kesekretariatan

Kabar IIQ

Ciputat, Tangerang Selatan—Jumat (17/04/2026) Senat Mahasiswa (SEMA) IIQ Jakarta menggelar Pelatihan Administrasi dan Kesekretariatan bagi Badan Pengurus Harian (BPH) BKKBM IIQ Jakarta di Aula Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pengurus dari berbagai lembaga, di antaranya SEMA IIQ, DEMA IIQ, DEMA Fakultas, LPM, KOPMA, LSBM, dan LIKORA.

Acara dibuka oleh Sherindita Satriani selaku pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Rizka Salma, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars IIQ yang dipimpin oleh Ilsa Nadyatussolehah.

Pimpinan SEMA IIQ Jakarta, Dewi Muyassaroh Munaya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan kapasitas diri pengurus lembaga. “Saya berharap kita dapat mengambil pelajaran dari pelatihan ini dan mengimplementasikannya dalam kehidupan organisasi,” ujarnya.

Materi pertama disampaikan oleh Kepala Bagian Keuangan IIQ Jakarta, Nur Yuni, S.E.I., yang membahas administrasi keuangan. Ia menekankan bahwa bagian keuangan di sebuah lembaga memiliki peran yang krusial. “Setiap lembaga pasti memiliki bagian keuangan, mulai dari lini rumah sakit hingga pertambangan,” jelasnya. Materi yang disampaikan meliputi administrasi keuangan dasar, pencatatan transaksi, penyusunan anggaran, laporan keuangan sederhana, serta kesalahan umum dalam pengelolaan keuangan.

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Nilna Sabrina, S.Akun., selaku Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan (AUK). Ia membahas administrasi kesekretariatan, khususnya terkait ketentuan surat-menyurat dan prosedur perizinan dalam organisasi.

Adapun materi ketiga disampaikan oleh Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni (AKA), Dr. Hj. Iffaty Zamimah, S.Th.I., M.Ag., yang mengangkat tema kepemimpinan. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara soft skill, hard skill, dan sikap (attitude) bagi seorang pemimpin. “Sikap atau attitude itu akan sangat memengaruhi social life, dari attitude yang baik kita akan mendapat kepercayaan, kalau sudah dipercaya, akan banyak kesempatan yang datang,” tuturnya.

Peserta tampak aktif dan antusias mengikuti setiap sesi pelatihan dengan mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Di akhir setiap sesi, peserta juga melakukan dokumentasi bersama pemateri. Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Dr. Iffaty Zamimah dan penutupan oleh pembawa acara.

Oleh: Redaksi Reddar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *