
Source : Pinterest
Apakah kalian tahu, sosok pelopor Pendidikan Nasional? “Ki Hajar Dewantara”, Sang Pelita Indonesia, pelopor Pendidikan Nasional, aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, guru bangsa, kolumnis, dan politisi. Beliau juga merupakan pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk bisa memperoleh pendidikan. Karena seperti yang kita ketahui, pada masa kolonial Belanda anak-anak pribumi tidak diberikan hak untuk mendapatkan pendidikan.
Mengapa setiap tanggal 2 Mei diperingati Hari Pendidikan Nasional? Karena sosok pelopor pendidikan Nasional yaitu Ki Hajar Dewantara lahir pada tanggal 2 Mei 1889. Ki Hajar Dewantara dianugerahi gelar sebagai Bapak Pendidikan Nasional oleh Presiden Soekarno. Untuk mengenang jasa-jasa beliau, tanggal kelahirannya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Tahukah kamu? Di balik sosok Ki Hajar Dewantara, terdapat perempuan hebat yang selalu mendampinginya, yaitu seorang istri bernama Nyi Surtatinah. Dapat dikatakan bahwa, perempuan memiliki peranan penting dalam melahirkan generasi-generasi yang cerdas, bermoral, dan bermartabat. Pendidikan menjadi tonggak nomor satu dalam upaya melahirkan peradaban yang hebat. Sebagai generasi milenial, kita harus turut andil menjadi pelita peradaban untuk pendidikan Indonesia yang semakin berkualitas. Selain itu, tentunya kita juga mengharapkan meratanya perbaikan pendidikan Indonesia dari Sabang sampai Merauke sehingga seluruh anak bangsa mendapatkan pendidikan yang layak. Oleh karena itu, seluruh pihak baik dari pemerintahan maupun masyarakat harus saling bekerja sama untuk meraih harapan dan cita-cita luhur ini.
Tujuan diperingati hari Pendidikan Nasional ini bukan hanya sekadar mengenang jasa Sang Pelita Indonesia saja, tetapi memotivasi kita untuk menjadi penerus perjuangan beliau, menjadi pelita di tengah kegelapan. Karena cahaya dari pelita tersebut bukan sekadar menerangi diri kita tapi juga mampu menerangi orang-orang di sekitar kita. Seperti semboyan Ki Hajar Dewantara, “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani”, “Di depan memberi contoh, ditengah memberi semangat, dan dibelakang memberi daya kekuatan”.
Motto
“Education is the most powerful weapon we can use to change the world”
Penulis: Salsabila Khairunisa
Editor: Nadia Zakia