
Hai sobat LPM! Tahukah kamu, presiden Soekarno sering menyebut para petani dengan istilah khusus yaitu Penyanggah Tatanan Negara Indonesia. Pernyataan tersebut menunjukkan penghargaan beliau terhadap peran penting seorang petani dalam mempertahankan dan memajukan negara dengan menjaga stabilitas dan kesejahteraan. Negara Indonesia merupakan negara agraris yang memanfaatkan sektor pertanian untuk meningkatkan perekonomian. Keberadaan petani menjadi penting bagi negara agraris untuk turut serta berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Apakah kamu tahu, ternyata sebagian besar penduduk Negara Indonesia berprofesi sebagai petani? Menurut data terakhir dari Badan Pusat Stastistik (BPS) tahun 2022, sebanyak 38 juta penduduk bekerja di sektor pertanian. Profesi ini memberikan cukup banyak manfaat, karena selain hasil panen yang dapat diekspor ke daerah lain atau luar negeri, petani juga dapat memanfaatkan lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka dan keluarganya.
Sektor pertanian di Indonesia adalah tonggak dari perekonomian dan pembangunan nasional. Oleh karena itu setiap tanggal 24 September diperingati sebagai Hari Tani Nasional untuk mengingat dan mengapresiasi bagaimana kompleksnya perjuangan para petani zaman dahulu dalam melepaskan diri dari kesengsaraan perekonomian. Menurut informasi yang dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sejarah Hari Tani Nasional bermula dari dikeluarkannya Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) pada tanggal 24 September 1960.
Apakah sobat LPM tahu, walaupun Indonesia merupakan negara yang menempatkan perekonomian utamanya di sektor pertanian, namun tingkat kesejahteraan petani Indonesia mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan karena adanya beberapa kesulitan yang dialami oleh para petani dalam megakses permodalan, kesulitan mengakses pasar, dan transaksi yang tidak transparan. Salah satu faktor menurunya kesejahteraan petani Indonesia juga dapat disebabkan dari lahan yang menyempit, perubahan iklim yang dapat mempengaruhi hasil panen, dan banyaknya para petani yang tidak mengetahui cara untuk menjaga kualitas produk yang baik untuk diperjualkan. Tak hanya itu, di sisi lain, dari segi industri agribisnis juga dapat mempengaruhi kesejahteraan para petani.
Bank Dunia dalam laporannya bertajuk ‘Indonesia Poverty Assessment: Pathways Towards Economic Security’ mengatakan bahwa pendapatan pertanian mendorong pengentasan kemiskinan di pedesaan. Namun demikian, banyak petani tetap miskin karena mereka terkendala pada produktivitas dalam strategi pemenuhan kebutuhan hidup dan produksi.
Bank Dunia juga menyarankan cara mengentaskan kemiskinan di pedesaan adalah dengan memajukan sektor pertanian. Caranya, bisa dilakukan dengan meningkatkan layanan penyuluhan pertanian dan akses pasar yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Meningkatkan produktivitas pertanian, juga bisa dengan menghilangkan hambatan impor pangan, karena hambatan tersebut membuat harga pangan tetap tinggi tanpa membantu petani miskin.
Semoga profesi tani bisa lebih diperhatikan lagi oleh para pemegang kekuasaan negeri ini. Mari kita hargai upaya mereka yang tanpa pamrih menjaga keberlangsungan hidup rakyat, karena dalam tanah mereka kita menemukan kehidupan.