Haruskah Mahasiswa Mengambil Bagian dalam Membangun Kehidupan yang Toleran di Masyarakat?

DISKUSI DAN KAJIAN HARI BESAR

Penulis: Siti Nuraini

Sebagaimana kita ketahui, Indonesia merupakan negara yang majemuk, terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, ras, budaya, keyakinan, kelompok, dan lain-lain. Indonesia menyatukan keragaman tersebut dengan menjadikan pancasila sebagai landasan paling utama bagi masyarakatnya untuk menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam hal toleransi, Indonesia dipuji sebagai negara dengan toleransi beragama yang tinggi. Di tengah pluralitas dan keberagaman dalam banyak hal seperti agama yang berbeda-beda, masyarakat Indonesia bisa hidup damai dan harmonis.

Di era globalisasi ini, bentuk masyarakat yang beranekaragam berpotensi melahirkan tindakan yang intoleran dalam lingkungan pendidikan, terutama bagi kalangan mahasiswa sebagai penerima dan pelaksana kebijakan dari perguruan tinggi. Toleransi dalam hal ini menjadi kunci untuk bersatunya masyarakat Indonesia di tengah banyaknnya perbedaan dan kesalah pahaman yang terjadi.

Lalu, apa peran mahasiswa dalam membangun kehidupan yang toleran dalam perguruan tinggi tempatnya menuntut ilmu? Haruskah para mahasiswa ikut andil perihal toleran ini?

Lahirnya toleransi dapat dikatakan bermula pada tuntutan terhadap penyatuan multikulturalisme yang ada di suatu wilayah. Keberagaman yang terlihat dari agama, gas, suku, dan budaya merupakan tantangan toleransi terbesar yaitu untuk dapat saling menghargai perbedaan sebagai sesuatu yang sangat penting dalam mewujudkan kondisi yang dinamis dan harmonis.

Toleransi kehidupan di wilayah yang beragam ini mutlak dibutuhkan, dengan harapan dapat membuat warganya saling menghormati dan menghargai satu sama lain dalam segala aspek kehidupan, terutama dalam bidang pendidikan sebagai sarana membangun sumber daya manusia agar sesuai dengan kepribadian bangsa.

Pada sisi lain, peran kebijakan perguruan tinggi sebagai wujud nyata toleransi dan solidaritas bagi mahasiswa yang memiliki latar belakang berbeda dapat membantu meredam situasi yang mengindikasikan intoleransi dan diskriminasi.

Semboyan bhineka tunggal ika merupakan pernyataan yang mengaku realitas Indonesia  (bhineka) namun selalu mencita-citakan terwujudnya kesatuan. Sebagai negara Indonesia kita harus memiliki pandangan dan tingkah laku yang baik dalam kehidupan sehari-hari baik dimasyarakat maupun di kampus. Maka dari itu diharapkan agar mahasiswa dapat menciptakan sesuatu yang berbeda, dimana kita sebagai mahasiswa dapat bersosialisasi, serta beradaptasi dan bertoleransi tanpa harus memandang suku, agama, budaya serta perbedaan bahasa maupun warna kulit. Demi menciptakan keharmonisan dan kenyamanan supaya tidak saling menyalakan satu sama lain tetap menjaga nama baik kampus. Multikultural dilatarbelakangi mahasiswa yang berasal dari berbagai suku, agama, budaya dan ras. Maka dari itu, agar dapat tetap menciptakan keharmonisan dan persatuan mahasiswa wajib menerapkan sikap toleransi agar tetap terciptanya kenyamanan di dalam kampus.

Kita percaya bahwa bhineka tunggal ika merupakan alat pemersatu bangsa, dimana disini kita berasal dari daerah yang berbeda-beda, tetapi kita tetap bertumpah darah dan bertanah air yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *