Pemuda Pemudi Bangsa Harus Bercermin dari Gerak Gerik Peristiwa Sumpah Pemuda

HARI BESAR OPINI

Oleh: Khairunnisa Fairuzzaman

Perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan tidaklah terlepas dari peran para pemudanya. Sumpah Pemuda menjadi salah satu bukti dari tekad dan kobaran semangat perjuangan muda-mudi Indonesia yang rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan hartanya demi menyatukan bangsa Indonesia. Maka tidak salah kalau ia disebut sebagai tonggak sejarah dalam mengawali kesadaran kebangsaan serta memperteguh persatuan Indonesia.

“Pemuda itu bukan soal umur, tapi soal semangat. Muda adalah persoalan spirit.”, begitu ungkap Sujiwo Tejo. Spirit pemuda adalah spirit perjuangan, mengupayakan potensi seoptimal mungkin untuk memberdayakan diri. Hal ini serupa dengan  yang termuat dalam sejarah Indonesia, hingga sejarah Islam pun dikisahkan banyak pemudanya yang turut andil dalam perjuangan dakwah bersama Rasulullah saw. Para sahabat Nabi yang sejak kecil dididik untuk bermental pejuang, dan ketika menjadi pemuda, sudah siap berkontribusi serta mengambil peran. Deretan nama termasyhur seperti Usamah bin Zaid yang menjadi komandan pasukan di usia 18-nya, Zubair bin Awwam sebagai pasukan yang pertama kali menghunuskan pedangnya di jalan Allah ketika usianya 15 tahun, dan lain-lainnya.

Lalu bagaimanakah keadaan pemuda Indonesia di masa kini? Dengan menilik kembali sejarah Indonesia dan Islam, dengan memaknai kembali Sumpah Pemuda, agaknya kita memiliki tugas yang sangat besar sekarang, yakni tugas untuk menghidupkan kembali jiwa-jiwa perjuangan di dalam diri setiap pemuda. Pemuda menjadi tonggak peradaban, pemuda menjadi harapan untuk masa depan, maka menjadi masanya lah para pemuda mengambil peran. Dengan begitu, akan terbukti betul perkataan Sang Proklamator, “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *