Identitas Buku
Judul : Sangkakala di Langit Andalusia
Penulis : Hanum Salsabiela Rais & Rangga Almahendra
Jenis Buku : Fiksi Sejarah
Penerbit : Republika Penerbit
Tahun Terbit : 2022
Jumlah Halaman : 484 halaman
Sangkakala di Langit Andalusia merupakan karya terbaru sekaligus penutup trilogi Langit dari pasangan penulis Hanum Rais dan Rangga Almahendra. Sebelumnya, dua novel mereka 99 Cahaya di Langit Eropa dan Bulan Terbelah di Langit Amerika telah lebih dulu menyapa pembaca bahkan diangkat ke layar lebar.
Sebagai bagian akhir trilogi, novel ini tampil dengan narasi yang lebih matang. Hanum dan Rangga mengajak pembaca menelusuri jejak intelektual sekaligus spiritual di tanah Spanyol modern, tempat jejak kejayaan Islam di masa lalu masih bergaung. Menariknya, kisah ini disusun dengan dua alur waktu yang bersilang, sehingga pembaca diajak bukan hanya menyaksikan perjalanan personal sang penulis, tetapi juga menafakuri sejarah panjang Andalusia yang pernah menjadi pusat peradaban dunia.
Perjalanan mereka dimulai setelah mendapat email misterius seseorang dari negeri bangsa Vandal, Andalusia. Ia bernama Yaseer. Perjalanan mereka menjadi semacam napak tilas untuk menelusuri jejak-jejak sejarah Islam di Andalusia, khususnya terkait figur legendaris Rammar Ibnu Baqar.
Pada alur kedua, pembaca diajak menelusuri panorama sejarah abad ke-15 hingga ke-16. Di sinilah muncul sosok Rammar Ibnu Baqar, digambarkan sebagai penghafal Al-Qur’an terakhir di Andalusia. Ia terjebak dalam pusaran konflik besar yaitu gelombang penaklukan Kristen oleh Ratu Isabella dan Raja Ferdinand.
Cerita tentang Rammar tak hanya menyoroti perlawanan heroik, tetapi juga menyingkap lapisan lain dari kehidupan seperti persahabatan, pengkhianatan, cinta, hingga misteri cincin dan kotak rahasia yang diyakini menyimpan ramalan besar. Dengan menyusun alur sejarah dan alur kontemporer secara bersilang, Hanum dan Rangga berhasil menjaga irama ketegangan sekaligus kejelasan cerita. Klimaksnya ditutup dengan sebuah ending yang epik, mengejutkan, dan meninggalkan kesan mendalam bagi pembaca.
Latar novel ini disajikan dengan sangat kaya dan detail, mencakup berbagai lokasi dan zaman yang berbeda. Untuk masa lalu, kita diajak menyelami Gharnata (Granada), megahnya Istana Alhambra, keindahan Cortoba, gemerlap Valencia, dan kemegahan Konstantinopel pada era kejayaan dan keruntuhan Islam di Andalusia. Sementara untuk masa kini, cerita berlangsung di Spanyol modern, termasuk katedral-katedral megah seperti Katedral Valencia dan Santa Maria, serta situs-situs bersejarah seperti Alcazar. Pemilihan latar ini bukan karena pemandangan Andulusia semata, tetapi juga menjadi medium penyampai pesan mendalam tentang warisan peradaban, arsitektur, dan filosofi Islam yang tercermin dalam setiap struktur bangunan dan simbol-simbol yang dihadirkan.
Novel ini sarat dengan pesan moral dan refleksi kehidupan yang relevan hingga kini.
Melalui perjalanan Hanum dan Rangga, kita diingatkan bahwa sejarah sering ditulis oleh pihak pemenang, namun sebagai muslim kita harus terus mempelajari dan merefleksikannya agar tidak kehilangan identitas. Keindahan arsitektur Islam di Andalusia menjadi simbol harmoni antara iman, seni, dan ilmu pengetahuan. Pelajaran tentang keseimbangan yang sering terlupakan di zaman modern. Novel ini juga mengingatkan kita tentang kefanaan duniawi, kemewahan material termasuk makam megah para raja pada akhirnya akan punah, yang abadi hanyalah amal perbuatan. Perjuangan Rammar dan kawan-kawan mengajarkan keteguhan dalam mempertahankan keyakinan dan nilai-nilai Islam di tengah penindasan.
Kritik Novel
Dari segi kelebihan, novel ini sangat menonjolkan gaya bahasa puitis yang indah dan memikat, kehadirannya menjadi warna baru dari novel-novel yang pernah ada. Riset yang mendalam terlihat dari detail sejarah, arsitektur, dan simbol-simbol yang menunjukkan persiapan yang sangat matang. Kompleksitas cerita dengan dua timeline yang bersilangan namun terhubung kuat, ditambah penulis juga menyajikan plot twist yang memukau, sangat memuaskan pembaca secara intelektual dan emosional. Nilai edukasi yang kuat membuat pembaca tidak hanya terhibur, tetapi juga mendapat wawasan sejarah dan refleksi spiritual yang mendalam.Meskipun demikian, novel ini memiliki beberapa tantangan bagi pembaca. Beberapa mungkin membutuhkan waktu adaptasi pada bagian awal, karena penyajian gaya bahasa yang padat dan puitis. Jumlah tokoh yang cukup banyak juga mungkin membingungkan bagi sebagian pembaca, meskipun karakter utama mudah untuk diikuti dan dicermati.
Secara keseluruhan, Sangkakala di Langit Andalusia adalah mahakarya fiksi sejarah yang berhasil menggabungkan kekuatan narasi, kedalaman riset, dan pesan moral yang relevan. Hanum dan Rangga kembali membuktikan kepiawaian mereka dalam membawa pembaca menjelajahi warisan peradaban Islam dengan gaya bercerita yang memukau. Novel ini patut dibaca oleh penggemar fiksi sejarah, penikmat cerita yang kompleks, maupun mereka yang ingin menemukan cermin keteguhan iman di tengah arus sejarah.
Penulis: Anisa Aulia Putri
Proofreader: Ayfia Amireyl Fitrothy