
(3/4/2026) – PerekrutanDuta Kampus IIQ Jakarta 2026 resmi dibuka sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri. Program Duta Kampus merupakan agenda tahunan di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IIQ Jakarta, yang bertujuan menghadirkan mahasiswa terpilih sebagai wajah kampus dalam menciptakan dampak positif di lingkungan yang luas.
Tahun ini, pelaksanaan pemilihan duta kampus tidak semata-mata berfokus pada seleksi, namun mengusung pendekatan yang lebih menekankan pada proses pembinaan.
Menteri Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IIQ Jakarta, Fina Rif’atun Amalia, menjelaskan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan kampus dalam membangun citra mahasiswa IIQ Jakarta yang mampu membawa nama baik institusi.
“Latar belakang diadakannya program ini adalah sebagai wadah representasi kampus. Jadi kampus membutuhkan figur mahasiswa yang cukup baik dan mampu membawa nama kampus kepada orang luar.” Ujarnya dalam wawancara pada jum’at, (3/4/26).
Menurutnya, Duta Kampus tidak hanya berfungsi sebagai simbol, tetapi juga menjadi bagian dari upaya strategis dalam membangun citra positif kampus serta memperluas jangkauan promosi melalui keterlibatan aktif mahasiswa. Selain itu, program ini juga menjadi ruang aktualisasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan berbagai potensi, seperti kemampuan public speaking, kepemimpinan, hingga personal branding.
Berbeda dari tahun sebelumnya, proses pemilihan Duta Kampus 2026 dirancang lebih sistematis dan berkelanjutan, mencakup tahapan seleksi berkas, wawancara, hingga penentuan finalis. Dalam rangkaian seleksi, tahap karantina turut dihadirkan sebagai ruang pembinaan bagi para finalis. Pada tahap ini, peserta akan mendapatkan berbagai materi, seperti public speaking, etika kedutaan, dan sejumlah materi pengembangan lainnya.
“Program ini tidak hanya seleksi-seleksi saja, tapi juga memberikan ruang pembinaan yang kita sebut itu sebagai karantina,” ujarnya.
Melalui tahap karantina, program Duta Kampus diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga mampu melahirkan mahasiswa yang siap membawa nilai-nilai kampus dalam kehidupan akademik maupun sosial.
Sementara itu, Duta Kampus IIQ Jakarta saat ini, Alena Gayatri, mengungkapkan bahwa perannya sebagai duta kampus memberikan pengalaman yang bermakna, khususnya dalam memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Menurutku, pengalaman paling berkesan ketika aku menyadari bahwa aku bisa menjadi motivasi untuk sekitarku. Banyak teman, adik tingkat, ataupun kenalanku yang merasa termotivasi ketika berinteraksi bersamaku,” ujarnya.
Ia juga merasakan peningkatan kepercayaan diri serta terbukanya berbagai peluang dan jejaring, baik di lingkungan internal maupun eksternal kampus. Alena Gayatri menekankan bahwa menjadi duta kampus bukan semata-mata mengejar hasil. Namun, menanamkan niat untuk belajar merupakan hal yang terpenting dalam kesiapan mental. Selain itu, kepercayaan diri dan keberanian menjadi modal awal dalam mengembangkan keterampilan secara bertahap.
Ia menambahkan bahwa setiap kemampuan membutuhkan proses untuk berkembang. Menurutnya, “tidak ada orang hebat yang langsung menjadi hebat pada saat itu juga.”
Di akhir, Alena Gayatri menyampaikan pesan kepada Duta Kampus selanjutnya agar menjadikan proses sebagai bagian penting dari perjalanan.
“Jadi Duta Kampus bukan hanya sekadar titel atau gelar saja bagi kita sendiri, tapi juga tentang bagaimana kita bisa berdampak kepada sekitar kita.”
Penulis: Suci Sutiani
Proofreader: Nashwa Nadrah