Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta tahun 2025 akan segera digelar. Rangkaian kegiatan ini dimulai dengan pendaftaran pada 16 Agustus–2 September. Sosialisasi awal digelar pada 1 September, lalu kegiatan utama dimulai dengan upacara pembukaan pada sore 3 September. Kegiatan utama berlangsung selama 3 hari dari tanggal 4–6 September. Kemudian pada 10 September, akan ada sosialisasi lanjutan sekaligus penutupan PBAK pada malam inaugurasi tanggal 13 September. Kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru ini mengusung tema “Bersinar dengan Akhlak, Berkarya dengan Ilmu: Menyongsong Masa Depan Gemilang bersama Al-Qur’an.”
Ketua pelaksana PBAK 2025, Al-Qalbiyatul Thayyibah atau yang akrab disapa Qalbi, mahasiswi semester 5 Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, menjelaskan bahwa tema tersebut lahir dari keprihatinan sekaligus harapan. “Kami ingin setiap mahasiswa baru bersinar, bukan hanya karena prestasi, tetapi juga karena akhlak Qur’ani yang melekat dalam dirinya. Karena masa depan itu bukan hanya soal sukses, tapi juga soal keberkahan,” tutur Qalbi.
Ia menegaskan, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi mahasiswa baru sekaligus sejalan dengan visi kampus IIQ. “Mahasiswa baru adalah generasi yang akan membentuk wajah IIQ ke depan. Identitas kita bukan hanya sebagai pelajar, tapi juga sebagai penjaga nilai-nilai Qurani,” tambahnya.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, PBAK kali ini dirancang lebih membumi dan bermakna. Panitia ingin menghadirkan kegiatan yang tidak sekadar seremonial, tetapi benar-benar melibatkan mahasiswa baru agar merasa diterima dan ditemani dalam masa transisi menjadi mahasiswa. “PBAK tahun ini bukan hanya tentang ‘Selamat datang di IIQ,’ tapi juga tentang ‘Kami siap berjalan bersamamu’,” jelasnya.Dari sisi teknis, panitia telah menyiapkan strategi dengan membagi peserta ke dalam kelompok kecil yang didampingi mentor. Sistem informasi juga diperkuat untuk meminimalisasi miskomunikasi antar panitia. Panitia bekerja dengan basis divisi, namun tetap berjiwa satu, agar dapat memastikan setiap peserta merasa diperhatikan.
Sejumlah inovasi turut dihadirkan, salah satunya adalah materi keputrian. Materi ini difokuskan pada pembekalan mahasiswi seputar peran muslimah, etika pergaulan, serta bagaimana menjaga diri dan martabat sebagai wanita beriman dalam lingkungan akademik.
Tahun ini, panitia juga memperkenalkan maskot baru bernama “Torichan”. Bukan sekadar maskot biasa, Torichan punya makna filosofis yang erat dengan PBAK dan identitas IIQ. Harapannya, Torichan dapat menjadi ikon yang mampu menyalurkan energi semangat kepada para mahasiswa baru sepanjang rangkaian acara.
Meski begitu, Ketua Pelaksana tidak menampik adanya tantangan. Salah satu yang terbesar adalah menjaga semangat dan menyatukan visi seluruh panitia. “Ketika niatnya lillah, lelah dapat berubah jadi lillah. Kami hadapi tantangan bukan dengan keluhan, tapi dengan tekad bahwa ini adalah amanah,” tuturnya.
Sebagai penutup, Ketua Pelaksana menegaskan bahwa PBAK harus menjadi titik awal perjalanan mahasiswa baru di IIQ. “Semoga mereka membawa pulang keyakinan bahwa mereka mampu menjadi pribadi hebat yang tumbuh bersama Al-Qur’an, dengan akhlak yang bersinar dan karya yang berdampak. IIQ bukan sekadar tempat kuliah, tapi rumah baru bagi perjalanan hidup mereka yang lebih bermakna.”
Penulis : Adilah Hidayati
Proofreader : Aisya Humaira