“IIQ Fest 2026 Kembali Digelar sebagai Ruang Ekspresi dan Karya Generasi Muda”

Kabar IIQ

Kegiatan tahunan di kampus biasanya jadi bagian dari rutinitas mahasiswa. Tapi di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, ada satu acara yang punya ciri khas tersendiri, yaitu IIQ Fest. Bukan sekadar lomba, kegiatan ini tetap membawa nilai-nilai Al-Qur’an sebagai dasar dalam setiap rangkaiannya.

IIQ Fest rutin diselenggarakan setiap tahun dengan tema yang berbeda. Di tahun 2026 ini, IIQ Fest kembali hadir dengan kompetisi yang melibatkan peserta dari berbagai daerah. Menariknya, ajang ini memang dikhususkan untuk perempuan, mulai dari siswi SMA, santriwati, hingga mahasiswi dari berbagai kampus.

Rahmawati, mahasiswi semester 4 yang tidak terlibat dalam kepanitiaan, menilai bahwa IIQ Fest menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas. “Menurut saya, adanya IIQ Fest ini sangat membantu kreativitas mahasiswi IIQ untuk mengembangkan kemampuan dan kelebihannya,” ujarnya. Namun, ia mengaku lebih memilih menjadi penonton karena merasa belum cukup siap untuk mengikuti cabang lomba yang ada.

Lalu, kenapa IIQ Fest dikhususkan untuk perempuan? Hal ini sejalan dengan misi IIQ Jakarta sejak awal, yaitu mencetak ulama perempuan penghafal Al-Qur’an. Melalui festival ini, misi tersebut tidak hanya dijaga, tapi juga diperluas melalui ruang kompetisi dan pengembangan diri bagi generasi muda perempuan.

IIQ Fest 2026 direncanakan akan digelar pada Sabtu, 23 Mei 2026, di Pesantren Tahkassus IIQ Jakarta. Sebagai agenda tahunan, kehadirannya tentu sudah dinantikan oleh banyak pihak.

Cabang lomba yang ditawarkan juga cukup beragam. Di bidang hafalan, ada Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) dengan kategori 5 juz, 10 juz, dan 30 juz. Untuk bidang tilawah, terdapat Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) serta Qira’at Sab’ah bagi peserta yang mendalami berbagai ragam bacaan Al-Qur’an.

Selain itu, ada juga cabang di bidang seni seperti kaligrafi, hadrah, solo religi, dan video kreatif. Di bidang intelektual, tersedia Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), debat Islami, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ). Tak ketinggalan, cabang story telling juga hadir bagi peserta yang gemar bercerita dalam bahasa asing.

Bagi peserta, IIQ Fest bukan hanya soal lomba, tapi juga pengalaman. Salwa Salsabila, salah satu peserta IIQ Fest 2026, mengaku mengikuti ajang ini karena ingin mencoba hal baru sekaligus ikut berkontribusi dalam syiar Al-Qur’an. Ia juga menilai IIQ Fest punya keunikan tersendiri karena menyediakan banyak cabang lomba yang khusus untuk perempuan. “Harapannya, saya bisa terus konsisten untuk belajar, mengamalkan, dan mensyiarkan Al-Qur’an,” ujarnya.

Antusiasme juga datang dari mahasiswi lainnya. Miftahul A’in Salah satu mahasiswi sekaligus panitia penyelenggara IIQ Fest menyebut bahwa IIQ Fest tahun ini terasa lebih menarik dengan adanya cabang lomba tambahan. Ia melihat IIQ Fest bukan hanya ajang perlombaan, tapi juga tempat belajar dan menambah pengalaman. Selain itu, ia juga menantikan penampilan para peserta hingga rangkaian acara puncak yang biasanya jadi momen paling ditunggu.

Tahun ini, IIQ Fest mengangkat tema “Light of the Qur’an: Menyinari Relung Jiwa, Menginspirasi Karya, dan Menerangi Masa Depan Bangsa.” Ketua Pelaksana IIQ Fest 2026, Naila Kasha Alfi Syahr, menjelaskan bahwa tema tersebut menggambarkan Al-Qur’an sebagai cahaya yang menuntun kehidupan manusia. Menurutnya, proses “menyinari relung jiwa” dimulai dari membersihkan hati dan menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam diri, yang kemudian bisa melahirkan ketenangan dan karya yang menginspirasi.

“Semoga setiap peserta yang hadir dapat merasakan bahwa Al-Qur’an adalah cahaya yang menenangkan hati, memberi petunjuk dalam kehidupan, serta menumbuhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari. Setelah acara ini selesai, diharapkan semangat tersebut tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus tumbuh dalam diri setiap peserta,” ujarnya.

Melalui IIQ Fest, harapannya semarak Al-Qur’an tidak hanya berhenti pada perlombaan, tapi juga melahirkan generasi muda yang berilmu, beriman, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masa depan bangsa.

Pada akhirnya, IIQ Fest bukan hanya sekadar agenda tahunan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi juga dihayati, dipahami, dan dikembangkan dalam bentuk karya. Lebih dari itu, IIQ Fest menjadi ruang bagi perempuan untuk menunjukkan potensi dan kontribusinya.

Penulis : Rijwa Nida Hubaiba Proofreader : Nurul Fahdilah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *