LPM Reddar Gelar Kelas Menulis Opini, Dorong Mahasiswa Berani Berpendapat Berbasis Data

Kabar IIQ

Ciputat, Tangerang Selatan— Ahad (3/5/2026), Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Reddar Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta menggelar Kelas Menulis Opini di Aula Kampus IIQ Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan Ilham Khoiri, jurnalis senior Kompas Gramedia, sebagai pemateri. Kelas ini diikuti oleh 37 peserta, 8 tamu undangan dari BKKBM, 1 delegasi dari rekan pers mahasiswa, serta 22 panitia.

Acara dibuka tepat pukul 09.00 WIB oleh Putri Nurhasanah selaku pembawa acara. Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Tina Faradisa, staf media LPM Reddar, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars IIQ yang dipandu oleh Ghaisani Nursadrinna, staf media LPM Reddar.

Ketua pelaksana, Rijwa Nida Hubaiba, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan acara.

Rijwa menegaskan bahwa tema kegiatan, “Berani Bersuara: Berpendapat dengan Dasar,” menekankan pentingnya keberanian dalam menyampaikan opini yang dilandasi data, fakta, serta proses berpikir yang matang, bukan sekadar pendapat tanpa dasar.

Kegiatan ini hadir sebagai respons atas maraknya opini di media sosial yang kerap disampaikan secara cepat tanpa didukung landasan yang kuat.

“Sebagai mahasiswa, terlebih di lingkungan pers, kita tidak hanya dituntut menyampaikan informasi, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi pemikiran yang mendalam dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Rijwa.

Senada dengan itu, Ketua Umum LPM IIQ Jakarta, Najwa Hafizho Ikram Tarigan, berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran teknis menulis. “Kami berharap peserta tidak hanya belajar menulis opini, tetapi juga memahami etika, ketelitian, dan tanggung jawab intelektual dalam menyampaikan gagasan kepada publik,” tuturnya.

Dalam pemaparannya, Ilham Khoiri menjelaskan bahwa menulis opini yang baik memerlukan topik yang relevan dan aktual, struktur yang jelas, pendekatan ilmiah, serta bahasa yang mudah dipahami.

Memasuki sesi praktik, peserta diminta untuk menulis opini berdasarkan materi yang telah disampaikan. Topik utama yang diberikan oleh pemateri adalah tanggapan terhadap tragedi kecelakaan kereta KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Selain itu, peserta juga diperbolehkan memilih topik lain yang menarik untuk diulas. Peserta diberikan waktu selama 30 menit untuk menyelesaikan tulisan mereka.

Setelah waktu praktik berakhir, peserta diminta mengumpulkan hasil tulisannya melalui tautan yang telah disediakan panitia. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi mengulas karya selama 30 menit oleh pemateri. Tiga peserta yang bersedia tulisannya dikomentari di depan forum mendapatkan merchandise Reddar berupa buku catatan.

Suasana kelas berlangsung interaktif. Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, aktif mencatat poin-poin penting, serta mengajukan berbagai pertanyaan seputar penulisan opini.

Pada akhir sesi, pemateri mengajak seluruh hadirin untuk mulai menulis, karena menulis bisa di mana saja dan bisa menggunakan media apa saja.

“Kalau ada pertanyaan kapan kita mulai menulis? Maka saya akan jawab, dari sekarang. Karena menulis tidak harus berada di depan laptop. Saya bisa menulis dengan hp ketika sedang berada di atas mobil, kereta, bahkan pesawat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa untuk membangun suasana hati dalam menulis dapat dilakukan dengan cara sederhana, seperti menggabungkannya dengan aktivitas yang disukai. “Menulislah sambil melakukan hal yang kita nikmati, misalnya saya pribadi menulis sambil menikmati kopi,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Aisah Nur Laila, staf media LPM Reddar, dan diakhiri dengan sesi dokumentasi.

Penulis: Aisya Humaira

Proofreader: Anisa Aulia Puteri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *