Bermula dari Hobi, Karya Reva Menjangkau Klien Mancanegara

INTERPRETATIVE

Mempunyai penghasilan di usia muda sudah pasti menjadi impian semua insan. Apalagi mendapatkan pekerjaan yang sudah menjadi kegemaran. Hal inilah yang dijalani oleh Reva Lina Ramadhani. Mahasiswa semester lima program studi Manajemen Zakat dan Wakaf (MZW) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta. Ia merintis bisnis yang bermula dari ketertarikannya mendesain.

Undangan digital pertama kali dikenalinya melalui tayangan tiktok, kemudian muncul rasa penasaran, hingga belajar otodidak dari berbagai tutorial. Setelah merasa mumpuni, Reva mencoba untuk mengunggahnya melalui akun tiktoknya. Awalnya, hanya dianggap sebagai postingan biasa. Namun, unggahan karya ketiganya meraih For You Page (FYP) hingga ada yang ingin membeli karyanya.

Dari sana, Reva melihat peluang bisnis dan mencoba menerima pesanan. Tak disangka, ramai client yang didapatinya. Lahirlah kemudian, bisnis “Reundangan3d” milik Reva.

Seiring berjalannya waktu, kebutuhan para client pun makin beragam. Banyak dari mereka yang tak hanya menginginkan video 3D, tetapi juga undangan berbentuk link website. Meski tak memiliki latar belakang di bidang coding, hal itu tak menyurutkan langkah Reva. Ia lantas bergerak mencari rekan kolaborasi hingga akhirnya menjalin kerja sama dengan “AADigital”. Lewat langkah strategis ini, “Reundangan3d” kini hadir lebih lengkap, memadukan keindahan visual video 3D dengan kepraktisan fitur website modern.

​Karya Reva pun tak hanya bergaung di dalam negeri. Client dari Malaysia, Arab Saudi, Filipina, India, hingga Turki tercatat pernah memakai jasanya. Tantangan komunikasi dalam bahasa Inggris juga ketelitian dalam membaca budaya yang berbeda tentu dialami oleh Reva. Namun, terus belajar membuat jasanya berhasil menembus pasar internasional.

Kini, dengan ramainya pesanan, Reva mulai menata bisnisnya lebih serius, mulai dari membuat katalog, menentukan paket dan harga, membuat portofolio, sampai mengatur alur pengerjaan dan komunikasi client.

​Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah saat mengerjakan pesanan dari Malaysia. Awalnya, Reva mengira itu adalah undangan pernikahan biasa. Tak disangka, undangan tersebut rupanya dirancang khusus untuk kebutuhan promosi sebuah novel. Uniknya, beberapa bulan kemudian, Reva tak sengaja membaca novel milik temannya dan menemukan kembali ilustrasi yang pernah ia garap terpampang nyata di sana.

Tentu, perjalanan ini tak selalu mulus. Sebagai mahasiswa yang bergulat dengan jadwal kuliah, tugas, dan hafalan yang padat, mengatur waktu dan mood menjadi seni tersendiri. Agar kualitas karya dan fokus studinya tetap terjaga, Reva memilih bijak dengan membatasi jumlah pesanan sewaktu masa perkuliahan aktif, dan baru memaksimalkannya saat libur semester tiba.

​Bagi gadis asal Kalimantan Timur ini, menjadi mahasiswa perguruan tinggi khusus Al-Qur’an bukan berarti membatasi diri untuk bereksplorasi. Justru, makin banyak potensi yang diasah, makin besar pula peluang untuk memberi manfaat dan meraih kemandirian finansial.

​”Mulai aja dulu, jangan tunggu sampai merasa ‘aku sudah cukup hebat’. Dan jangan pernah malu buat cari uang dari kemampuan sendiri. Karena jujur, bisa membeli sesuatu dari hasil kerja dan kemampuan kita sendiri itu rasanya enak banget” pesannya.

Penulis: Maryam Ishmah Mumtazah

Proofreader: Rijwa Nida Hubaiba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *