(26/8/2025) Dengan bertambahnya jumlah mahasiswa baru setiap tahunnya, Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta memandang perlu untuk membangun gedung kampus baru. Pembangunan ini dilakukan di atas tanah yang diwakafkan oleh Hj. Harwini Joesoef (Pendiri sekaligus Ketua Umum Yayasan IIQ (YIIQ) Jakarta), yang berlokasi di Pesantren Takhasus IIQ Jakarta, kecamatan Pamulang, kota Tangerang Selatan.
Sebagaimana hasil wawancara kami dengan Rektor IIQ Jakarta, Prof. Dr. Nadjmatul Faizah, SH, M.Hum, beliau menjelaskan, “Mengapa kita membangun (gedung kampus baru)? karena ada kebutuhan. Dengan bertambahnya mahasiswa, kami harus menambah fasilitas perkuliahan”, ujarnya.
Pembangunan gedung kampus baru ini dilakukan di dekat asrama mahasiswa. Hal ini sesuai dengan keinginan awal pendirian IIQ yang menginginkan satu kawasan terpadu antara kampus, tempat tinggal mahasiswa, dan dosen. Dengan jarak yang lebih dekat antara tempat tinggal dan ruang kuliah, mahasiswa diharapkan merasa nyaman, tidak kelelahan akibat perjalanan jauh sehingga waktu untuk menghafal Al-Qur’an tidak terganggu.”
Sebenarnya kami telah menyediakan fasilitas antar-jemput dengan bus kampus untuk mahasiswa. Namun, karena jarak yang cukup jauh dan kemacetan, para dosen harus menunggu lama. Kalian baru tiba pukul 08.15, saya baru bisa mengajar pukul 08.30, dan jam kuliah selesai pukul 09.10. Akhirnya materi yang disampaikan menjadi sangat terbatas,” tambah Rektor IIQ Jakarta.
Pada awalnya, gedung baru ini mendapatkan izin bangunan sebanyak 8 lantai. Namun alih-alih membuat tenaga pengajar dan mahasiswanya kelelahan, IIQ Jakarta memutuskan hanya membangun hingga 5 ½ lantai saja. Nantinya, lantai 1 hingga 3 akan difungsikan sebagai ruang kelas sebanyak 12 hingga 13 ruang, lantai 4 sebagai ruang akademik, dan lantai 5 sebagai perpustakaan.
Pembangunan tahap awal difokuskan pada pengerjaan kerangka bangunan hingga 5 lantai, untuk menghindari risiko pembangunan yang mangkrak. IIQ Jakarta juga menekankan pentingnya kualitas dan kekokohan struktur bangunan sebagai prioritas utama.
Tentu proyek ini dapat berlangsung karena dukungan oleh berbagai pihak. IIQ Jakarta telah mempersiapkan dana sejak tahun 2016 lalu, meski jumlahnya belum mencukupi. Upaya penggalangan dana terus dilakukan, termasuk melalui media sosial. Alhamdulillah dukungan dapat terus mengalir dari masyarakat, para alumni, serta lembaga-lembaga seperti BAZNAS, BSI, Dana Abadi BPKA, Baitulmaal Muamalat, dan para donatur lainnya.
“Sebelum meminta bantuan ke luar, kami memulainya dari dalam terlebih dahulu, dengan menghubungi adik-adik saya, keluarga saya, kerabat, kemudian baru berupaya mencari bantuan dari luar. Tentu dalam hal ini kami juga terus berhati-hati, karena tidak menutup kemungkinan terjadi penipuan. Dan ini menjadi salah satu tantangannya”, tutur Rektor IIQ Jakarta.
Peletakan batu pertama (Groundbreaking) pembangunan telah dilaksanakan pada November 2024, dan konstruksi dimulai sekitar Desember 2024. Gedung baru ini ditargetkan mulai berfungsi pada bulan September 2025, dan paling lambat rampung pada Oktober mendatang, tentu dengan memperkirakan kondisi cuaca pula.
Tidak hanya pembangunan gedung baru untuk kenyamanan belajar mahasiswa, IIQ Jakarta juga sedang membangun fasilitas olahraga di sekitar kampus. Fasilitas ini mencakup lapangan yang dapat digunakan untuk bulu tangkis, bola basket, dan lain sebagainya. Tentu proyek ini dikerjakan oleh tenaga professional agar sesuai dengan standar sarana olahraga.
“Dengan adanya lapangan olahraga ini selain untuk olahraga, bisa menjadi wadah latihan mahasiswa untuk ikut perlombaan-perlombaan. Jadi mahasiswa selain ikut kejuaraan MHQ dan taekwondo, mereka bisa latihan di lapangan ini, untuk ikut kejuaraan bulu tangkis dan lain sebagainya,” jelas Rektor IIQ Jakarta.
Rektor IIQ Jakarta berharap dengan hadirnya gedung baru ini dapat meningkatkan kenyamanan mahasiswa dalam menuntut ilmu. Mewadahi tumbuh kembang mereka, serta mempermudah langkah mahasiswa menuju kampus.
Di akhir, Rektor IIQ Jakarta berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk senantiasa menjaga dan mensyukuri fasilitas yang telah disediakan, serta terus berdoa demi kelancaran proses pembangunan. Kedepannya, IIQ Jakarta akan terus mengembangkan dan melengkapi berbagai fasilitas yang dibutuhkan oleh para mahasiswa secara bertahap.
Pembangunan infrastruktur di lingkungan asrama ini disebut sebagai langkah kemajuan, meski diiringi keprihatinan sejumlah mahasiswa atas berkurangnya jumlah pohon yang selama ini membuat asrama begitu asri dan teduh.
Perlu diketahui juga bahwa penebangan pohon dilakukan untuk mempermudah proses pembangunan, karena lokasi antara pembangunan dan pepohonan yang memang berdekatan. Para mahasiswa turut menyampaikan harapan agar pihak kampus mengupayakan penghijauan kembali (reboisasi) setelah pembangunan rampung. Penghijauan kembali area kampus ini sangat penting untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman, sejalan dengan visi IIQ Jakarta sebagai kampus hijau melalui program IIQ Go Green.
Penulis: Aisya Humaira
Proofreader: Anisa Aulia Putri