Kilas Balik Reformasi ’98, Berikut Sejarahnya!

HARI BESAR

Reformasi adalah suatu gerakan yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia, yaitu menata kembali hal-hal yang dirasa menyimpang atau tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dicita-citakan oleh rakyat.

Setiap tanggal 21 Mei, masyarakat Indonesia memperingati Hari Peringatan Reformasi. Hari tersebut bertepatan dengan hari dimana Soeharto mengumumkan keputusannya untuk mengundurkan diri dari kursi presiden pada tahun 1998.

Penyebab dari pengunduran diri Soeharto diduga karena faktor krisis moneter, hingga tragedi Trisakti, dan faktor lainnya. Adanya reformasi, masyarakat berharap bisa mengubah tatanan kehidupan bernegara yang baik di semua aspek, mulai dari politik sampai aspek ekonomi dan hukum.

Dikutip dari Journal of Indonesia History 9 tahun 2020, yang menyebabkan lahirnya gerakan reformasi pada waktu itu juga disebutkan adalah karena krisis politik, ekonomi, hukum, dan krisis sosial. Adanya gerakan mahasiswa dan para aktivis adalah salah satu bentuk reaksi masyarakat terhadap praktik pemerintahan. Pada tahun 1966, yaitu masa Orde Baru, pemerintah bertekad untuk memperbaiki kehidupan bermasyakat, berbangsa, dan bernegara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

Namun masyakarat tidak bisa merasakan perubahan tersebut, lebih parahnya pada Orde Baru, pada pemerintahan diduga banyak terjadi penyimpangan terhadap Pancasila dan UUD 1945 yang dirasa berdampak pada rakyat kecilBahkan, Pancasila dan UUD 1945 hanya dijadikan legitimasi untuk mempertahankan kekuasaan. Salah satu pelanggaran yang sering terjadi pada masa Orde Baru adalah pelanggaran HAM. Di antaranya kasus anggota PKI yang diburu dalam kejadian G30S/PKI.

Kasus lainnya di antaranya adalah kasus Talangsari, yaitu tragedi penghilangan aktivis secara paksa, kasus Penembakan Misterius (Petrus) tahun 1982 sampai dengan 1985, dan masih banyak lainnya. Akibat penyimpangan- penyimpangan tersebut, terjadilah krisis di Indonesia, yaitu krisis sosial, krisis politik, krisis hukum, krisis ekonomi, hingga krisis kepercayaan. Hal itulah yang menyebabkan adanya gerakan Reformasi 1998.

Penulis: Kiky Adeana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *