Hubungan Antara Hari Kebangkitan dan Anak Muda

HARI BESAR

Hari Kebangkitan Nasional Indonesia merupakan hari lahirnya organisasi pemuda Budi Utomo. Peringatan Kebangkitan Nasional muncul ketika rakyat Indonesia mulai menumbuhkan rasa kesadaran nasional sebagai “orang Indonesia”, sebagaimana disampaikan dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Johnny G. Plate, dalam Peringatan ke-113 Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2021. Oleh karena itu, kita sebagai anak muda Indonesia juga harus memiliki semangat kebangkitan yang tinggi dan rasa solidaritas yang kuat. Ada banyak hal yang dapat kita lakukan sebagai generasi milenial untuk terus menumbuhkan rasa semangat juang dan juga cinta tanah air, diantaranya yakni:

1. Memakai produk-produk Indonesia.

Indonesia saat ini sudah jauh lebih baik dan maju, banyak produk Indonesia yang memiliki kualitas ekspor yang baik

2. Memakai bahasa Indonesia dengan baik dan benar

Fenomena yang kerap terjadi di Indonesia saat ini yakni anak muda lebih menyukai bahasa dan budaya dari negara lain, padahal Indonesia sendiri memiliki bahasa dan budaya yang tidak kalah menyenangkan untuk dipelajari.

3. Mencintai budaya Indonesia

Indonesia merupakan negara yang sangat unik dan kaya karena memiliki beragam kebudayaan dari 34 provinsi. Setiap provinsi memiliki kebudayaan masing-masing dan menyatu dalam Bhinneka Tunggal Ika.

Tiga cara ini adalah cara kita sebagai anak muda dan juga generasi milenial untuk membangkitkan rasa nasionalisme yang telah lama terkubur dalam hati anak muda saat ini.

Terakhir, ada tips untuk meningkatkan rasa kebangkitan mencintai negeri, salah satunya yakni dengan membaca. Adapun rekomendasi buku yang cocok terkait tema ini yakni sebuah buku yang berjudul, “Membangun Nasionalisme melalui Bahasa dan Budaya”. Buku ini  adalah sebuah buku yang penuh dengan data lapangan dan analisis mendalam atas khazanah kekayaan bangsa. Ikatan kebangsaan sesungguhnya tersusun dari ikatan primordialisme berbagai kelompok etnik, bahasa, budaya, dan agama yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara, dan tergambar jelas pada kasus masyarakat Aceh, Dayak di Kalimantan Barat, Tetun dan Malaka di Nusa Tenggara Timur, serta relasi etnik di wilayah Papua dan Papua Nugini. Buku ini juga dapat meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air bagi para pembacanya.

Penulis: Nadhrah Aulia Na’im

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *