Liburan Mahasiswa ke Bandung: 3 Hari 3 Malam Cuma Rp600 Ribuan, Ini Itinerary & Tipsnya!

Kabar IIQ

“Dari mie instan, Golesat mandek di tengah jalan, sampai petik stroberi sambil dilahap, semua kami nikmati pakai bujet mahasiswa.”

Kami berlima, berangkat dari Pesantren Takhasus IIQ Jakarta, membuktikan bahwa liburan berkesan tak harus menguras dompet. Dengan bujet sekitar Rp600.000 per orang, kami berhasil menjelajah Lembang dan Ciwidey selama tiga hari tiga malam. Semua dirancang dengan perencanaan matang, mulai dari transportasi, penginapan, hingga makan dan tiket wisata, demi menjaga efisiensi tanpa mengurangi keseruan. Perjalanan ini bukan sekadar liburan, tapi juga bentuk eksplorasi gaya hidup hemat ala mahasiswa. Dalam tulisan ini, kami membagikan pengalaman lengkap: mulai dari tips, rincian bujet, hingga ulasan jujur setiap destinasi yang kami kunjungi.

Hari 1: Keberangkatan & Lembang

Kami memulai perjalanan dari Jakarta, tepatnya dari Stasiun Pasar Senen, pada Minggu sore pukul 17.20 dengan menumpang Kereta Cikuray menuju Bandung. Tiket seharga Rp50.000 ini menjadi lebih ringan karena disponsori oleh ibu salah satu teman kami, sebuah awal yang menyenangkan. Setelah tiba di Stasiun Bandung pukul 20.40, kami melanjutkan perjalanan ke penginapan di Lembang menggunakan Grab dengan tarif Rp84.000, yang kami bagi berlima.

Untuk tempat bermalam, kami memilih Urban View Lembang dan menyewa dua kamar untuk dua malam dengan total biaya Rp492.000, sekitar Rp98.000 per orang. Malam pertama dihabiskan dengan sederhana: memasak mi instan menggunakan kompor listrik portable yang kami bawa sendiri. Cuaca dingin Lembang membuat mi dan camilan yang kami siapkan dari rumah terasa jauh lebih nikmat.

Hari 2 – Jelajah Lembang: Taman Begonia, Floating Market, Mercusuar Cafe

Pagi jam 8 kami ke Taman Begonia (Rp25.000) — dekat penginapan dan bisa ditempuh jalan kaki. Tempatnya cantik untuk foto, cukup luas. Lanjut ke Floating Market (Rp40.000), tempatnya luas dan beragam, tapi wahana berbayar terpisah. Makan siang hemat di warteg sekitar.

Sore, kami ke Mercusuar Cafe (Rp20.000 weekday), tempat kece banget ala negeri dongeng. Tiket bisa ditukar snack atau dessert dan tempatnya estetik maksimal!

Hari 3: Ciwidey, the Highlight!

Inilah highlight liburan kami! Kami sewa mobil + sopir + BBM + makan sopir (Rp600.000, disponsori hamba Allah Rp300.000) untuk ke Ciwidey. Tiket masuk kawasan Rengganis VIP Rp100.000/orang sudah termasuk semua wahana: Jembatan Rengganis, Keranjang Sultan, air panas belerang, dan pemandangan Ciwidey yang luar biasa adem dan cantik. Kami juga main Golesat (seru & ngakak!), mampir ke Situ Patenggang, Kafe Pinisi, dan petik stroberi (dibayar per ons, rata-rata Rp25.000).

Hari 4: Pulang

Kami menginap di Patradissa Hotel Stasiun Bandung dekat Stasiun Bandung (Rp267.000 untuk 2 kamar), hanya 5 menit jalan kaki dari stasiun, 10 menit naik mobil ke Braga. Rabu pagi kami naik Cikuray jam 08.08 kembali ke Jakarta. Dari Stasiun Pasar Senen lanjut naik KRL ke Pondok Ranji, lalu Grab ke asrama (Rp78.000 dibagi 5).

Tips Hemat Liburan Ala Mahasiswa

– Liburan rame-rame biar bisa patungan transport & penginapan

– Gunakan kereta & KRL untuk transportasi utama

– Bawa mie instan, snack, dan kompor listrik sendiri

– Buat rundown & RAB sebelum keberangkatan

– Cari penginapan strategis & diskon promo

– Fokus ke eksplor tempat, bukan kuliner mahal

– Siapkan budget jauh-jauh hari biar nggak nyusahin orang tua

Kesimpulan

Dari semua destinasi, Ciwidey jadi yang paling berkesan. Tiket VIP yang kami beli terasa sepadan dengan pengalaman: alamnya indah, udaranya sejuk, dan banyak aktivitas seru yang bisa dinikmati. Liburan bersama sahabat bukan soal seberapa mahal atau jauhnya tempat, tapi bagaimana kita menikmati momen dan merencanakannya dengan cerdas.

Penulis : Sufa Alwafiah Jamyza

Proofeader : Ayfia Amireyl Fitrothy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *