Piknik Literasi Jadi Upaya LPM Reddar dan DEMA FUD Tingkatkan Minat Baca Mahasiswa

Kabar IIQ

(07/06/26) – Dalam upaya meningkatkan minat baca di kalangan generasi muda, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Reddar Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta berkolaborasi dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (DEMA FUD) IIQ Jakarta menggelar Book Partypada Minggu, 7 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Taman Bukit Dago ini mengusung tema “Menyelami Bacaan, Merangkai Makna, dan Menautkan Perspektif” serta terbuka bagi seluruh mahasiswa IIQ Jakarta.

Mengusung konsep piknik literasi, kegiatan ini mendapat antusias tinggi dari mahasiswa. Sebanyak 24 peserta turut berpartisipasi dalam Book Party 2026. Pukul 07.30 WIB, peserta berangkat bersama dari Pesantren Takhassus IIQ Jakarta menuju lokasi acara menggunakan bus yang telah disediakan. Acara diawali dengan registrasi peserta kemudian dibuka oleh Suci Sutiani, Staf Redaksi LPM Reddar IIQ Jakarta, sebagai pembawa acara.

Ketua pelaksana, Anisa Aulia Putri, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk berbagi pengalaman membaca dan bertukar perspektif.

Semangat kolaborasi kedua organisasi turut terlihat saat Ketua LPM Reddar IIQ Jakarta, Najwa Hafizho Ikram Tarigan, dan Presiden DEMA FUD IIQ Jakarta, Helsa Tria Munawarah, menyampaikan sambutan bersama.

Dalam sambutannya, Helsa mengatakan, “Acara Book Party ini sebenarnya sudah direncanakan oleh DEMA FUD sejak tahun lalu, tetapi baru dapat terlaksana pada tahun ini,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan rasa syukur atas tingginya antusias peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

Sementara itu, Najwa berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum diskusi buku semata.

“Diskusi hari ini bukan sekadar membahas buku, tetapi juga menjadi ruang untuk bertemu dan bertukar sudut pandang,” ujarnya.

Memasuki sesi inti, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil yang terdiri atas empat orang melalui permainan membentuk lingkaran dan mencari pasangan. Setiap kelompok didampingi oleh dua mentor untuk mengikuti sesi sharing session dan silent reading.

Selama 45 menit, sharing session berlangsung dinamis dan penuh makna. Para peserta saling berbagi cerita serta pengalaman membaca, menciptakan suasana hangat yang diwarnai tawa maupun haru.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi silent reading selama 30 menit menggunakan sistem book swap atau tukar buku antarpeserta dalam kelompok. Selingan ice breaking juga mengisi kegiatan untuk memastikan para peserta tetap konsentrasi.

Kegiatan semakin meriah dengan hadirnya dua permainan interaktif, yaitu tunjuk acak dan estafet bola kertas. Dalam permainan tersebut, peserta diminta untuk menceritakan buku yang telah mereka baca. Nadya Khoiriyah, Zaskia Fatimah, dan Syahfrida Lestari, ialah peserta yang beruntung membawa pulang bingkisan hadiah setelah berani membagikan cerita dan kesan mereka.

“Sangat seru. Bertemu dengan orang-orang yang buku bacaannya beragam dan keren-keren,” ungkap Nadya, salah satu peserta.

Acara kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi, sebelum akhirnya para peserta kembali bertolak ke pesantren menggunakan bus. Book Partykali ini menjadi wadah diskusi yang seru, interaktif, sekaligus menambah wawasan seputar literasi.

Lebih dari sekadar membaca buku, Book Party menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan dan memperluas perspektif. Di tengah derasnya arus informasi digital, kegiatan ini menunjukkan bahwa literasi tidak hanya tumbuh melalui forum formal, tetapi juga dapat berkembang di lingkungan pertemanan, dan berbagai ruang diskusi sehari-hari.

Penulis: Maryam Ishmah Mumtazah

Proofreader: Suci Sutiani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *