LPM IIQ Jakarta Latih Peserta Perspekta 2025 Jadi News Anchor Andal di Era Digital

Kabar IIQ

Pamulang, Minggu (9/11/2025). Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Reddar IIQ Jakarta melanjutkan rangkaian Pelatihan Perspekta dalam rangka Open Recruitment Anggota Baru 2025-2026. Kegiatan yang diselenggarakan di Pesantren Takhassus IIQ Jakarta ini merupakan sesi lanjutan dari pelatihan kepenulisan dasar berita yang digelar pagi harinya.

Pelatihan ini menghadirkan Umar Fauzi Bahanan, mantan News Producer Rajawali TV sekaligus mantan Video Journalist RCTI, sebagai narasumber. Kegiatan ini diikuti oleh 17 peserta perspekta 2025, serta anggota LPM IIQ Jakarta 2025.

Pada pukul 13:30 WIB sesi pertama dimulai dengan pemaparan materi News Anchor beserta contoh penerapannya, kemudian sesi kedua, para peserta diberikan waktu untuk mempraktikkan materi yang telah diberikan. Pelatihan berakhir pada pukul 15:40 WIB yang ditandai dengan sesi dokumentasi.

Para peserta perspekta mengikuti pelatihan dengan antusias karena metode pelatihan ini  tidak hanya terbatas pada pemaparan materi, tetapi juga disertai dengan praktik langsung.

Dalam pemaparannya, Umar Fauzi mengatakan adanya evolusi profesi jurnalis di era digital.  Ia menyampaikan bahwa kini peliputan berita tidak lagi mutlak memerlukan tim yang terpisah untuk peran reporter, kameramen, dan editor.

“Saat ini, satu orang sudah dapat menjalankan seluruh peran tersebut. Seseorang dapat membawakan berita, merekam, dan mengeditnya sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, metode kerja seperti ini dapat mempercepat publikasi berita, sekaligus lebih efisien dari segi biaya. Oleh karena itu, penguasaan tiga keterampilan sekaligus, meliput mengisi suara, merekam kejadian, dan mengedit video menjadi skill penting bagi seorang reporter masa kini.

Selain teknik pembawaan berita, Umar fauzi juga membagikan berbagai teknik pengambilan video untuk mendukung kualitas hasil liputan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh satu keterampilan tunggal, tetapi dapat memahami spektrum keahlian jurnalistik yang lebih luas. Bagi anggota lama, pelatihan ini menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas peliputan sesuai dengan standar industri media terkini.

Penulis: Aisya Humaira

Proofreder: Anisa Aulia Putri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *