Malam Inagurasi IIQ 2021 Sebagai Momentum Peresmian Mahasiswa Baru

KABAR IIQ

Program PBAK (Pengenalan Budaya Akademik) tahun 2021 Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta resmi ditutup, Selasa (14/9/2021). Penutupan ini dikemas dalam malam Inagurasi, sebagai momentum penyematan atas resminya Camai (Calon Mahasiswa IIQ) menjadi mahasiswa di Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta.

Nurul Faizah Ketua Pelaksana PBAK berharap, para mahasiswa baru dapat merealisasikan nilai-nilai yang tertuang dalam tema PBAK tahun ini, yakni menjadi mahasiswa yang progresif, inovatif, memiliki jiwa nasionalis yang berlandaskan nilai Al-Qur’an.

Sementara itu, Shofwah Fahazehru Presiden Dema (Dewan Eksekutif Mahasiswa) IIQ Jakarta, ia mengajak kepada para mahasiswa baru untuk terus berkontribusi dalam membumikan Al-Qur’an. Menurut Shofwah, menjadi mahasiswa berarti memiliki tanggung jawab lebih untuk membangun peradaban yang berkemajuan.

Kemudian di akhir sambutan, Shofwah membagikan kiatnya untuk para mahasiswa baru, “ada tiga hal yang harus kita pegang bersama, yaitu ketabahan dalam berjuang, konsisten dalam berproses, dan berani untuk bermimpi,” tutur Shofwah mengakhiri sambutannya.

Kegiatan PBAK yang dipersiapkan selama tiga bulan ini, menjadi pijakan utama bagi mahasiswa baru dalam beradaptasi di lingkungan perkuliahan. Seperti yang dikatakan Romlah Widayati Wakil Rektor III Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta, ia mengingatkan bahwa mahasiswa bukan lagi sebagai seorang siswa, yang mana konsep pembelajarannya pun berbeda. Romlah berharap mahasiswa baru dapat beradaptasi dengan baik dalam perkuliahan, mengingat kondisi pandemi yang belum juga usai, sehingga kampus masih memberlangsungkan perkuliahan daring.  

 “Selain daripada itu, anda juga dituntut untuk penelitian, pengabdian, dan pengajaran, yang mana ketiganya sudah menjadi bagian daripada tugas mahasiswa,” ujar Romlah.

Selanjutnya, proses penyematan jas almamater yang merupakan acara inti dari malam Inagurasi ini dipimpin oleh Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Iffaty Zamimah. Sebagai penutup, Iffaty menuturkan falsafah semut yang menjadi tema kostum malam Inagurasi, “semut itu bisa menjadi besar dan kecil, jangan lihat bentuknya, tapi lihatlah bahwa semut bisa mengalahkan gajah. Maka dari itu, jadilah semut yang kuat, yang menggigit, yang bekerjasama dengan baik dengan timnya, dan falsafah tentang semut yang kuat ini harus selalu melekat dalam diri kita.”

Penulis: Liana Nur Arifatul Inayah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *