ORKESTRA MENJADI SALAH SATU KEGIATAN EKSTRA DI IIQ JAKARTA

KABAR IIQ

Dalam pertunjukan orkestra, akan disajikan berbagai macam bentuk musik, mulai dari pertunjukan musik tunggal, ansambel, hingga orkestra itu sendiri. Biasanya, jenis musik yang dibawakan adalah musik klasik, meskipun tidak menutup kemungkinan dapat juga membawakan jenis musik lainnya. Lalu sebenarnya, apa sih orkestra itu? Orkes berasal dari kata dalam bahasa Belanda “orkest” yang berarti sama. Kata orkest bermuara dari kata dalam bahasa Yunani kuno, ὀρχήστρα orkhestra, yang berarti area antara tempat duduk penonton dan panggung yang digunakan oleh penyanyi koor dan pemain musik. Menurut John Spitzer, istilah “orkestra” pada zaman Yunani dan Romawi Kuno merujuk pada tingkatan dasar dari sebuah panggung terbuka, yang digunakan kembali pada zaman Renaissance, yakni “tempat di depan panggung”. Jadi, Orkes atau Orkestra adalah kelompok musisi yang memainkan alat musik Bersama, dan biasanya memainkan musik klasik.

Orkes mulai muncul pada abad ke-15 dan ke-16. Pada zaman itu, orkes terbentuk karena adanya suatu kebutuhan dari para bangsawan. Bangsawan-bangsawan tersebut menyewa beberapa orang musisi untuk memainkan musik di pesta-pesta dansa mereka. Setelah ada perkembangan dalam dunia teater khususnya opera di awal abad ke-17, orkes makin dikenal oleh masyarakat karena orkes bermain mengiringi opera dalam pentas-pentas yang ada. Sejak itu, lagu-lagu dibuat untuk dimainkan dalam sebuah grup, dan akhirnya muncullah banyak komposer yang berkarya untuk opera. Pada awal abad ke-18, terdapat pemilihan khusus bagi para musisi untuk sebuah orkestra, yang mana menekankan kemampuan yang kompeten dan bakat dalam memainkan instrumen musik. Seorang composer (seniman yang menulis musik untuk dimainkan atau dibawakan oleh musisi) bernama Johann Sebastian Bach pada kala itu memegang kendali penuh dalam proses pemilihan sumber daya musik di kotanya yakni Eisenach, Jerman. Pemimpin orkestra disebut konduktor, dan konduktor bertanggung jawab terhadap artistik musik yang akan dimainkan.

Pada perkembangan musik klasik, seorang komposer bernama Joseph Haydn disewa oleh pihak bangsawan untuk bertugas menghibur para bangsawan di istana. Pada saat yang sama, terdapat seorang musisi mudah yang berbakat bernama Wolfgang Amadeus Mozart yang tengah menggelar konser dari kota ke kota. Pada masa ini, keberadaan orkestra menjadi media hiburan terutama bagi para bangsawan dan kemudian semakin berkembang pula dengan ditampilkan juga di hadapan masyarakat luas. Tidak hanya itu saja, orkestra mulai dipakai juga untuk mengiringi musik terutama dalam pertunjukan teatrikal dan opera.

Pada era modern, orkestra juga turut berkembang dengan menggunakan alat musik gesek, yakni biola satu, biola dua, biola alto, cello, dan contrabass. Kemudian semakin berkembangnya zaman, semakin berkembang pula alat musik yang digunakan dalam kelompok orkestra ini, yakni pada tahun 1680-1750 muncul alat musik oboe, bassoon, terompet, dan horn.

Kini orkestra hadir di IIQ Jakarta menjadi salah satu kegiatan ekstra yang bernuansa Islami. Musik Tangga Nada Timur Tengah (TNTT) dipadukan dengan orchestra sehingga menghasilkan nada dan irama yang indah. Tentunya dilatih oleh Guru yang sangat profesional dan memang sangat ahli di-bidang musik, terutama musik Timur Tengah. Nama beliau K.H. Husnu Ma’ad Chalili yang akrab dipanggil Abah. Beliau lahir di Lombok Tengah (NTB) tepatnya di Praya. Beliau sangat kompeten dalam bidang musik, terutama orchestra. Musik yang beliau ajarkan juga memiliki sanad, karena memang yang dipelajari itu musik Islami dan berguru langsung pada ahlinya. Istimewanya, belajar musik di IIQ itu gratis tanpa dipungut biaya sedikitpun. Bayangkan ketika les musik seharusnya mengeluarkan biaya yang tidak murah, tetapi di IIQ diajarkan secara cuma-cuma sampai menguasai, dengan syarat memiliki keinginan yang sungguh-sungguh.

Alat musik utama yang dipelajari di IIQ lebih didominasi oleh Biola, karena menurut beliau, “Kru Biola lebih bagus dimainkan perempuan”. Akan tetapi, alat musiknya tidak hanya biola, diantaranya ada gambus, orgen, hadroh, rebana, dan darbuka. Beliau memiliki cita-cita ingin mempunyai grup orkestra yg isinya perempuan semua, karena sangat jarang dan bahkan tidak ada group orchestra yang beranggotakan perempuan semua. Itulah mengapa beliau bertekad kuat untuk mengajar dan mengasah para mahasiswa IIQ yang ikut dalam kegiatan ekstra orkestra ini. “Insyaa Allah dari IIQ inilah akan terbentuk group orchestra pertama di Indonesia yang beranggotakan perempuan semua” ujar beliau.

Mei 2024 menjadi penampilan perdana group orchestra ini, tepatnya di malam puncak IIQ Fest yang diselenggarakan oleh Dema IIQ Jakarta, serta pada pembukaan Dema Expo dan Festival Budaya yang diselenggarakan di aula kampus Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta 19 Mei silam, dengan lagu yang dibawakan yakni lagu yg di aransemen Iansung oleh beliau, karena beliau tidak ingin menampilkan lagu orang lain, kalau beliau saja memiliki karya sendiri.

Penulis: Baiq Luluk
Proofreader: Lubna Syhahira Nurfadhela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *