Ismi Azzahra (HES/5) sebagai kandidat nomor urut 02 Presiden Dema FSEI didiskualifikasi. Hal demikian terjadi karena Ismi selaku kandidat telah menduduki posisi Ketua di organisasi lain. Akibatnya, Ismi tidak bisa mengikuti dialog interaktif pada Ahad (12/12/2021).
Sementara itu, sesuai peraturan yang berlaku dari Senat Mahasiswa, tentang kandidat Presma tidak diperkenankan merangkap jabatan sebagai ketua, Panitia Pemilu Raya akhirnya memberhentikan Ismi. Hal tersebut juga berdasar pada keputusan Ismi sendiri, untuk mengundurkan diri.
Kemudian, sesuai dengan kesepakatan Panitia Pemira, Panwaslu, Pimpinan Sema dan Presiden Dema FSEI, Ria Marwati (HES/5) akhirnya maju sebagai kandidat pengganti.
Presiden Dema FSEI Risyda Nurul Qalbi menyampaikan, bahwa Ria sudah menyelesaikan tahap interview secara internal oleh Dema FSEI, dan Ria dianggap mampu menggantikan Ismi sebagai kandidat Presma FSEI. Pada akhirnya Indri Nur Khasanah (HES/5) sebagai kandidat nomor urut 01, tidak jadi berhadapan dengan kursi kosong saat dialog interaktif.
Adapun terkait seleksi berkas, menurut Pimpinan Senat Mahasiswa Aminah Al-Khairy, bisa menyusul di lain hari, dan kondisi seperti ini memang sering terjadi di IIQ. Aminah berharap agar kedepannya tidak terjadi hal yang serupa. Panitia Pemira serta seluruh Pimpinan BKKBM diminta untuk tegas dalam memilih calon kandidat, agar tidak ada lagi yang merangkap jabatan sebagai ketua di organisasi lain.