Faradesi: Karena Potensi Tak Selalu Terlihat Sejak Awal

INTERPRETATIVE

Setiap manusia pasti memiliki skill (potensi) dalam dirinya. Namun, sering kali kita belum mengenali potensi tersebut. Padahal, skill dapat ditemukan jika kita memiliki kemauan untuk mencarinya.

Faradesi, mahasiswi Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, yang berhasil menemukan dan memperdalam skill-nya dalam waktu yang tidak singkat. Mahasiswi semester tujuh yang akrab disapa Fara tersebut, berhasil mendalami skill berbahasa Inggris dan menghafal Al-Qur’an kurang lebih selama enam tahun.

Sama seperti kebanyakan orang, Fara pernah berada dalam fase mencari tahu siapa dirinya dan kemampuan yang dimilikinya. Saat kecil, Fara sempat mengalami masa yang tidak mudah, karena menjadi korban perundungan verbal dan nonverbal. Namun, seiring bertambahnya usia, ia menyadari bahwa pengalaman buruk bukanlah penghalang untuk menentukan masa depannya. Justru dari pengalaman itu, ia terdorong untuk terus belajar dan membuktikan kepada diri sendiri bahwa ia mampu berkembang.

Fara mengawali perjalanannya dengan mempelajari dan menghafal Al-Qur’an selama tiga tahun. Lalu dilanjut dengan mempelajari bahasa Inggris di Kampung Inggris, Pare, Jawa Timur, selama kurang lebih tiga tahun. Keseriusannya dalam mempelajari Al-Qur’an dan bahasa Inggris membuka banyak kesempatan untuk belajar sekaligus berbagi ilmu. Mulai dari dipercaya sebagai English tutor di Pare dan Foreign Languages Association (FLAT) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) cabang Tafsir Inggris, hingga mengajarkan Al-Qur’an kepada pembelajar asal Amerika.

Melalui pengalaman mengajar tersebut, Fara menyadari bahwa ia menikmati kegiatan yang berkaitan dengan belajar, mengajar, berkomunikasi, dan berbagi ilmu. Kemampuannya pun berkembang ke berbagai bidang, seperti public speaking, edukasi, content creator, dan berbagai keterampilan pendukung lainnya.

Menurut Fara, berani bereksplorasi akan membuahkan pengalaman yang mungkin terlihat kecil, tapi nyatanya langkah awal itu adalah batu loncatan untuk langkah berikutnya, sehingga semakin memahami bidang apa yang ingin ia kembangkan.

Kemudian,  pada tahun 2022, ia mulai membuat konten di Instagram untuk berbagi ilmu dan memberikan manfaat dari apa yang telah dipelajarinya. Awalnya, kontennya belum banyak yang memperhatikan. Namun, berkat konsistensinya, kini Fara memiliki 22,2 ribu followers dan ribuan views. Ia juga telah bekerja sama dengan platform, brand, dan lembaga besar seperti MySkill.id, Ruangguru, SmartPath.id, Cakrawala University, ASAR Humanity, Realme, dan Rabbani.

“Bagi saya, pencapaian tersebut bukan sekadar tentang jumlah followers, views, atau nama brand yang bekerja sama dengan saya. Saya melihatnya sebagai pengingat bahwa sesuatu yang kita mulai dengan sederhana, jika dilakukan dengan konsisten dan niat untuk memberikan manfaat, ternyata bisa berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih besar,” ungkap Fara.

Ia juga berpesan untuk teman-teman yang sedang mencari potensi, mulailah dari hal kecil, jangan takut menjadi pemula, jangan malu untuk belajar, dan jangan berhenti hanya karena hasil pertama belum sesuai harapan. Modal awal untuk mencari tahu skill atau potensi diri yang paling utama adalah “rasa ingin tahu.”

“Jangan terlalu fokus pada pertanyaan, ‘Saya punya modal apa?’ Tetapi, coba ubah menjadi, ‘Apa yang bisa saya lakukan dengan apa yang saya punya sekarang?’ Tidak semua proses pengembangan skill membutuhkan biaya besar. Kita bisa memulainya dari hal yang paling sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Lingkungan juga berpengaruh terhadap keberanian seseorang. Karena itu, ia berpesan untuk mencari komunitas yang memberikan ruang untuk belajar, berdiskusi, mencoba, dan berkembang.

Saat ini, Fara turut berkontribusi dalam membantu pengembangan skill melalui BootSkill.id yang ia dirikan bersama salah satu temannya. Wadah tersebut didirikan untuk mengembangkan berbagai kemampuan, seperti bahasa Inggris, bahasa Arab, public speaking, dan keterampilan lainnya.

Dari perjalanan Fara, kita dapat belajar bahwa setiap orang memiliki potensi yang mungkin belum disadari. Berani memulai, terus belajar, dan tidak takut mencoba adalah cara untuk menemukannya. Sebab, bisa jadi, hal kecil yang kita mulai hari ini adalah langkah pertama menuju sesuatu yang lebih besar dalam diri kita.

Penulis: Fathma Mufidah Apriliani

Proofreader: Suci Sutiani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *