
Tangerang Selatan, (12/09/2026) — Malam Inaugurasi Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta tahun 2026 telah berlangsung di Pesantren Takhasus IIQ Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026). PBAK 2026 mengusung tema “Mengakar pada Nilai, Mekar dengan Ilmu, Bersinar melalui Integritas,” Malam Inaugurasi ini menjadi puncak sekaligus penutup seluruh rangkaian kegiatan tersebut.
Rangkaian acara diisi dengan penampilan Orkestra Akademi Musik IIQ Jakarta (AMIQ), pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars IIQ, sambutan, pembacaan Surat Keputusan, penyerahan penghargaan kepada calon mahasiswa IIQ (CAMAI) terbaik dan penghargaan vidio perkenalan terbaik, hingga penyematan almamater kepada mahasiswa baru. Suasana semakin meriah dengan fashion show dan drama dari setiap kelompok mahasiswa baru, yang kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video dokumenter PBAK 2026, serta penampilan panitia.
Ketua Harian Pesantren Takhasus IIQ Jakarta, Ruaedah, M.A., berpesan agar mahasiswa baru mampu menyeimbangkan kegiatan akademik, tahfiz, dan pengembangan bakat. Ia menekankan pentingnya manajemen waktu dan konsistensi dalam menjalani setiap aktivitas.
“Supaya tetap seimbang antara akademik dan tahfiz, sekaligus bagaimana kita bisa mengembangkan bakat, harus bisa memanajemen waktu kita sendiri. Kalau kita bisa mengatur waktu dari awal tidur sampai tahapan kuliah dengan sedetail mungkin setiap jamnya, terus kita juga konsisten dengan itu, insyaallah nanti apa yang menjadi target kita akan tercapai semuanya, baik akademik, tahfiz maupun bagian pengembangannya,” ujar Ruaedah.

Sementara itu, Selma Setira, Ketua Panitia PBAK IIQ Jakarta 2026, menilai salah satu hal yang membedakan PBAK IIQ Jakarta dengan PBAK di kampus lain terletak pada rangkaian kegiatannya yang turut menanamkan kebersamaan, kreativitas, dan kedisiplinan. Selain itu, PBAK IIQ Jakarta juga mengutamakan ketertiban berpakaian, seperti berpakaian sopan, nyaman, dan tidak ketat.
Menurut Selma, evaluasi utama dalam kepanitiaan tahun ini berkaitan dengan koordinasi dan komunikasi antardivisi. Meski demikian, berbagai kendala yang muncul dapat diatasi melalui diskusi, keterbukaan, dan kerja sama antarpanitia.
“Jangan takut untuk melakukan evaluasi dan jangan membawa pulang rasa lelah saja, karena kepanitiaan PBAK ini membawakan pengalaman, pembelajaran, dan rasa kebersamaan,” ungkap Selma.
Naila Sall Sabila Alqi, mahasiswa baru Fakultas Tarbiyah, juga menyampaikan harapannya agar perjalanan akademiknya di IIQ Jakarta dapat menjadikannya perempuan yang bermanfaat bagi umat dan masyarakat, sekaligus mampu berkontribusi dalam dunia pendidikan.
Dengan berakhirnya Malam Inaugurasi, seluruh rangkaian PBAK IIQ Jakarta 2026 resmi ditutup. Kegiatan ini menjadi awal bagi mahasiswa baru untuk melanjutkan perjalanan sebagai bagian dari keluarga besar IIQ Jakarta.
Penulis: Nashwa Nadrah
Proofreader: Suci Sutiani