Penggemar One Piece: Pengibaran Bendera Jolly Roger Bukan Penghinaan, Tapi Ekspresi Kekecewaan Publik

INTERPRETATIVE

Menjelang peringatan HUT RI ke-80, pemandangan tak biasa muncul di sejumlah daerah. Bendera Jolly Roger bergambar tengkorak bertopi jerami, simbol kelompok bajak laut dalam anime One Piece berkibar di tengah jalan, terpasang di kendaraan, bahkan berdampingan dengan Merah Putih. Aksi ini dipicu gelombang kekecewaan sebagian sopir truk dan warga terhadap kebijakan pemerintah, khususnya larangan truk over dimension over loading (ODOL), namun cepat meluas menjadi fenomena nasional yang memicu perdebatan sengit. Pemerintah menyebut pengibaran bendera tersebut berpotensi mencederai simbol negara, sementara para pengibar dan pendukungnya menegaskan bahwa ini bukan penghinaan, melainkan bentuk kebebasan berekspresi yang lahir dari kejenuhan pada situasi sosial-politik.

“Kalau mau mengganti Merah Putih secara resmi, itu jelas tidak menghormati. Tapi kalau mengibarkan bendera lain tanpa mengganti secara resmi, ini adalah kebebasan berekspresi,” tegas Najmi Al Adiliyah, mahasiswa IIQ Jakarta sekaligus Sekretaris LPM IIQ, Sabtu (9 Agustus 2025). Menurutnya, bendera One Piece dipilih karena resonansi emosionalnya dengan publik yang sedang jenuh pada kondisi sosial-politik. “Cerita One Piece sangat related, punya pesan perlawanan terhadap ketidakadilan. Banyak orang merasa itu relevan,” ujarnya.

Najmi menilai, aksi ini lebih tepat dibaca sebagai sinyal kekecewaan publik terhadap pemerintah, bukan sebagai upaya memecah belah bangsa. “Ini ekspresi damai. Kita muak dengan kebijakan yang tidak memihak rakyat. Kalau berekspresi secara damai pun dilarang, berarti pemerintah sedang menyempitkan ruang demokrasi,” katanya. Ia mengingatkan, menganggap aksi damai seperti ini sebagai ancaman justru mengaburkan masalah inti yaitu ketidakpuasan rakyat terhadap arah kebijakan negara.

Ia bahkan mengaitkan fenomena ini dengan salah satu momen ikonis dalam One Piece, tepatnya di Arc Wano, saat Luffy berjanji kepada Otama untuk mengubah negeri yang rusak oleh kerakusan penguasa menjadi tempat di mana warganya bisa makan kenyang setiap hari. “Itu bukan cuma soal makanan, tapi tekad membawa perubahan. Sama seperti aksi ini, ada tekad untuk memperbaiki keadaan dan menolak diam melihat kekacauan,” ujarnya.

Pemerintah sejauh ini bersikap tegas melarang pengibaran bendera selain Merah Putih, sementara organisasi HAM menilai larangan itu berlebihan. Di tengah tarik-ulur ini, suara seperti Najmi menghadirkan perspektif berbeda bahwa simbol budaya populer bisa menjadi kanal aspirasi politik rakyat.

Bagi Najmi dan banyak pengibar bendera One Piece, kain bergambar tengkorak bertopi jerami itu bukanlah tanda perlawanan bersenjata, melainkan simbol keresahan yang tak lagi bisa disimpan sendiri. Di setiap kibaran, ada harapan agar suara rakyat yang lelah didengar, agar pemerintah mau menoleh pada mereka yang merasa ditinggalkan. Seperti janji Luffy kepada Otama, mereka pun bermimpi suatu hari negeri ini menjadi tempat di mana semua warganya bisa hidup layak, makan kenyang, dan berbicara tanpa takut dibungkam. Karena kemerdekaan sejati tak hanya ada di lembaran sejarah, tetapi juga di keseharian rakyatnya.

Penulis : Ayfia Amireyl Fitrothy

Profreeader : Adilah Hidayati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *