Webinar Pendidikan Koperasi: Berkoperasi, Berkreasi di Era Pandemi

DISKUSI DAN KAJIAN KABAR IIQ

Koperasi Mahasiswa (Kopma) Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta menggelar webinar Pendidikan Koperasi  dengan tema “Berkoperasi, Berkreasi di Era Pandemi, Dare to Move!”  pada Jum’at (13/8/2021).

Nurhayati, S. Ag. M.Pd. (KABID Kelembagaan, Pengembangan dan Penilaian Koprasi Tangerang Selatan), mewakili Narasumber  Deden Deni, SE., MM (Kepala Dinas Koperasi UKM Kota Tangerang Selatan), yang berhalangan hadir dalam forum webinar. Nurhayati menekankan kepada seluruh pengurus dan anggota Koperasi untuk bertanggung jawab dalam pengembangan Koperasi tersebut, karena maju dan mundurnya koperasi, tergantung partisipasi dan tanggung jawab anggota. Peran anggota merupakan indikator yang sangat penting dalam kehidupan berkoperasi, hal inilah yang dapat mempengaruhi pengelolaan dan pemanfaatan hasil usaha koperasi. Koperasi mahasiswa akan lebih maju bila sumber daya baik dari pengurus, pengawas, maupun anggotanya dapat mengelola koperasi secara efisien dan inovatif, serta diimbangi oleh kemampuan kepemimpinan yang tangguh.

“Menumbuhkan kepercayaan  pada mahasiswa untuk berkoperasi sama halnya dengan menanamkan harapan ekonomi masa depan bangsa. Dan kunci keberhasilannya yaitu sinergi, network dan kerjasama antar anggota,” ujar Nurhayati.

Selanjutnya narasumber kedua, Muktiar,SI., MM (Kepala Perkoperasian Kota Tangerang Selatan) menyampaikan, bahwa hakikatnya seorang anggota koperasi secara umum sudah sebagai pemilik. Hal tersebut sudah seharusnya ditanamkan sedalam-dalamnya, agar dalam  benak anggota sudah terpikir untuk memajukan koperasi, karena amat sangat lucu, ketika anggota koperasi tidak pernah atau tidak mau untuk memajukan perusahaannya. Maka hal yang utama secara substansi, atau sebagai fondasi untuk membangun koperasi maju dan berkembang, adalah anggotanya harus memahami bahwa dirinya adalah pemilik perusahaan koperasi.

“Seseorang yang tanpa ada keinginan untuk maju, untuk memenuhi kebutuhannya maka akan sulit untuk dirinya berkembang,” tutur Muktiar.

Ranah koperasi adalah untuk membangun kepercayaan diri, dan belajar membangun perusahaan. Pada zaman saat ini, digitalisasi dalam bisnis adalah keniscayaan. Berkreasi dalam berkoperasi di tengah pandemi itu keniscayaan yang akan bersinggungan dengan digitalisasi.

Mahasiswa kini sudah seharusnya lebih mumpuni dalam pengembangan teknologi digitalisasi, seperti halnya desain grafis, social media analisis, jurnalistik/narasi dan lain sebagainya.

“Digital marketing tidak hanya perihal berjualan di sosial media, tetapi itu merupakan salah satu sarana untuk menginformasikan ke khalayak umum bahwa kita memiliki produk yang mampu memenuhi kebutuhan,” ujar Muktiar.

Muktiar juga menjelaskan Teori 3 Kebutuhan David Mc Clelland, yaitu: (Need Achievment), yaitu wirausaha yang memiliki motivasi ini selalu ingin berprestasi atau meraih yang terbaik. (Need Power), merupakan hasrat untuk mempengaruhi, mengendalikan dan menguasai orang lain. (Need Affiliate), yaitu hasrat untuk dapat diterima dan disukai oleh orang lain.

Penulis: Ayu Fita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *