
Kantin Pesantren Takhassus Institut Ilmu Qur’an (IIQ) Jakarta kini tampil dengan suasana baru setelah direnovasi dengan konsep yang lebih modern dan nyaman. Penataan ulang area kantin yang dibuat berkonsep kafe tersebut sukses memberikan mahasiswa ruang yang lebih nyaman untuk beraktivitas di lingkungan asrama.
Menurut Mabda Dzikara, selaku dosen IIQ Jakarta sekaligus manajer kantin, konsep cozy ala kafe dipilih karena menyesuaikan selera dan kebutuhan mahasiswa IIQ saat ini, serta menambah kenyamanan mahasiswa di asrama.
“Saya sadar mahasiswa sekarang mempunyai selera dan kebutuhan yang berbeda. Padatnya tugas dan jadwal kuliah menjadikan mahasiwa membutuhkan tempat yang nyaman untuk nugas, diskusi, ataupun sekadar bersantai. Dengan kantin yang cozy ala kafe ini, mahasiswa tidak perlu repot mencari keluar asrama, dan tentunya kantin ini lebih aman, terjangkau, serta memiliki vibes yang cocok untuk Gen-Z,” ungkap Mabda saat wawancara pada rabu, 20/05/2026.
Perenovasian tersebut meliputi penambahan kursi dan meja makan minimalis, televisi, kipas, cermin, serta perubahan tata letak stan penjualan makanan.
Salah satu mahasiswa semester dua IIQ Jakarta, Zelinda Sri Wardatul Ummah, menilai renovasi kantin memberikan dampak positif terhadap kenyamanan mahasiswa. Menurutnya, suasana kantin kini terlihat lebih rapi dan tertata sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa untuk membeli makanan di kantin. “Semenjak perenovasian, saya lebih sering jajan di kantin, banyaknya kursi dan meja makan menjadikannya lebih praktis karena bisa makan di tempat,” ujarnya.
Kantin yang kini tampak lebih ramai tidak hanya dipengaruhi oleh konsepnya yang baru, tetapi juga karena pilihan makanan yang dijual bertambah. “Selain konsepnya yang kekinian, makanan dan minuman juga beragam pilihannya, karena itu saya lebih sering membeli makanan di kantin,” ungkap Alni Nur Sakinah, mahasiswa semester empat IIQ Jakarta.
Dina, selaku pengelola stan makanan juga menilai bahwa meningkatnya minat mahasiswa untuk berbelanja di kantin dapat dilihat dari ramainya pengunjung, terutama pada waktu pagi dan sore hari. “Karena saat ini fasilitasnya banyak dan makanan juga beragam, maka mahasiswa ramai ke sini, mereka punya banyak pilihan makanan,” ungkapnya.
Dari berbagai inovasi yang telah dilakukan, pihak manajer kantin juga akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi. Setiap tiga bulan sekali evaluasi tersebut dilakukan untuk menilai kualitas dan rasa makanan, serta sikap mitra. Evaluasi juga akan melibatkan mahasiswa dalam penilaian.
Selain itu, inovasi baru juga akan terus diusahakan, salah satunya adalah menyediakan minuman sehat dan penambahan fasilitas. “Harapan saya ke depannya, semoga kita bisa menyediakan minuman-minuman sehat, karena minuman yang tersedia saat ini masih tinggi kadar gula. Penambahan spot gazebo untuk mahasiswa juga direncanakan, tapi semuanya bertahap, pelan-pelan akan kami percantik terus,” ungkap Mabda.
Di akhir wawancara, Mabda juga menghimbau mahasiswa untuk turut ikut serta dalam merawat fasilitas dan menjaga kebersihan kantin, agar suasan nyaman yang telah dibangun dapat terus dirasakan bersama.
Penulis: Fathma Mufidah Apriliani
Proofreader: Rijwa Nida Hubaiba