
Tangerang Selatan – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) REDDAR IIQ Jakarta menggelar “Launching Tabloid Edisi XXXIX dan Parade Jurnalistik 2026” di Aula Kampus Utama IIQ Jakarta pada Ahad (18/10/26). Mengusung tema “Kita Hari Ini: Membaca Realita Menggerakkan Suara”, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, bertukar perspektif, dan mengembangkan nalar kritis melalui karya jurnalistik.
Dipandu oleh Nashwa Nadrah sebagai master of ceremony, rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Tina Faradisa beserta Al-Qur’an Isyarat oleh Nuni Jahrotul Uyun. Kemudian, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars IIQ Jakarta dipimpin oleh Rijwa Nida Hubaiba.
Dalam sambutan Ketua Pelaksana, Aisya Humaira, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam membaca berbagai realitas sosial secara jernih, mulai dari politik, pendidikan, ekonomi, hingga persoalan lingkungan dan bencana. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi penonton, tetapi juga perlu menyuarakan pemikiran sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keadaan di sekitarnya.
“Karena setiap gagasan membutuhkan pendapat dari berbagai sudut pandang. Maka di sinilah suara itu benar-benar digerakkan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum LPM REDDAR IIQ Jakarta, Najwa Hafizho Ikram Tarigan, menyoroti peran tabloid dan parade jurnaistik. “Produksi tabloid edisi ke-XXXIX ini adalah upaya untuk merawat tradisi jurnalisme yang sehat di kalangan mahasiswa. Dan parade jurnalistik adalah usaha kami untuk membangun budaya diskusi dan bernalar kritis di kalangan mahasiswa IIQ,” paparnya dalam sambutan.
Sementara itu, Staf Biro Akademik, Alumni, dan Kemahasiswaan IIQ Jakarta, Zarkasyi, M.H., menyampaikan bahwa pers mahasiswa berperan sebagai wadah penyaluran saran, kritik, dan pemikiran melalui tulisan. Ia juga mengingatkan pentingnya organisasi sebagai ruang pembelajaran untuk memperluas wawasan dan memperkuat kebersamaan. “Ini adalah sebagai bentuk pembelajaran. Jangan sia-siakan. Kita manfaatkan sebaik-baiknya,” pesannya.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan pemutaran video dokumentasi perjalanan penyusunan tabloid, kemudian seremoni peluncuran yang disertai penyerahan tabloid secara simbolis kepada pihak kampus. Suasana acara turut diramaikan dengan pembacaan puisi “Penjara Berbingkai Emas” karya Zahidah Az Zahra yang dibawakan oleh Sufa Alwafiah Jamyza. Dilanjut dengan penampilan storytelling dengan mengangkat cerpen “Lembayung Pertiwi” yang ditampilkan oleh Maryam Ishmah Mumtazah. Kedua penampilan tersebut menghadirkan karya yang dimuat dalam tabloid ke hadapan peserta.

Memasuki sesi Parade Jurnalistik, para penulis dari tim redaksi LPM REDDAR memaparkan gagasan yang dituangkan dalam rubrik masing-masing di hadapan para peserta. Berlanjut pada sesi diskusi, peserta dibagi ke dalam 9 kelompok dengan fokus pembahasan yang berbeda. Bersama sang penulis, peserta diajak bertukar pikiran mengenai tulisan yang ada di tabloid sesuai dengan pembagian rubrik setelah diadakan deep reading.
Rangkaian diskusi ditutup dengan sesi Write Your Opinion. Dalam sesi ini, peserta menuliskan harapan dan pemikiran mereka pada sticky note, kemudian menempelkannya di area yang telah disediakan. Suasana bertambah meriah dengan dihadirkannya sesi Intermeso yang berisi games dan pembagian doorprize. Sebagai penutup, rangkaian acara diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Nafisa Azkia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peluncuran tabloid tidak berhenti pada publikasi karya, tetapi juga membuka ruang dialog dan mendorong mahasiswa untuk terus membaca realitas serta menyuarakan gagasan secara bertanggung jawab.
Penulis: Maryam Ishmah Mumtazah
Proofreader: Fathma Mufidah Apriliani