Pandawara Group : Aksi Nyata, Dampak Nyata

INTERPRETATIVE
source image: detikJabar

(19/2/2026) Siapa yang tidak kenal dengan Pandawara? Lima pemuda yang berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Pandawara adalah sebuah kelompok pemuda asal Bandung yang dikenal karena aksinya dalam pelestarian lingkungan, khususnya kegiatan pembersihan sungai dari pencemaran sampah. Nama Pandawara dipilih untuk merepresentasikan lima pemuda yang membawa perubahan postif bagi lingkungan, melalui aksi nyata yang mereka lakukan.

Pandawara Group didirikan pada 05 Mei 2022. Kelima anggota tersebut telah menjalin pertemanan sejak menempuh pendidikan tingkat SMA di daerah Bandung. Mereka terdiri dari Muchamad Ikhsan Destian, Rafly Pasya, Mochamad Agung Permana, Gilang Rahma, dan Muhammad Rifqi Sadulloh. 

Gagasan pembentukan Pandawara Group ini muncul dari rasa keprihatinan terhadap persoalan banjir yang kerap melanda tempat tinggal mereka. Setelah mengidentifikasi akar permasalahan, mereka menemukan bahwa akumulasi sampah di aliran sungai menjadi faktor utama banjir. Oleh sebab itu, mereka memutuskan untuk terlibat langsung dalam kegiatan pembersihan sungai secara sukarela.

Pada enam bulan pertama, kegiatan yang mereka lakukan tidak terdokumentasi dengan baik, hingga pada pertengahan 2022 mereka mulai mengunggah video aktivitas ke media sosial, seiring perkembangannya, mereka kini telah dikenal luas pada kancah nasional maupun global. Popularitas tersebut ditunjukan dari jumlah pengikut mereka di media sosial, 4,5 juta pengikut di Instragam dan 12,1 juta pengikut di TikTok.

Pada 11 maret 2025, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan undangan resmi kepada mereka untuk hadir di Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan tersebut menunjukan bahwa kontribusi mereka telah memperoleh pengakuan di kancah nasional, dalam menangani persoalan sampah dan pencemaran sungai serta menjadi momen penting dalam kiprah Pandawara sebagai komunitas pegiat lingkungan.

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasinya terhadap langkah nyata yang dilakukan Pandawara Group dan menyebut gerakan mereka sebagai inspirasi bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Gilang, salah satu anggota pandawara, juga mengungkapkan harapannya agar hasil dari pertemuan tersebut menjadi dorongan terbentuknya kebijakan yang lebih progresif dalam mengelola lingkungan serta peluang kolaborasi antara komunitas akar rumput dan pemerintah pusat.

Selain itu, salah satu inisiatif yang mereka lakukan pada kancah global adalah melaksanakan kampanye regional bertajuk Creator Contribution yang berkolaborasi dengan komunitas konten kreator di Asia Tenggara, seperti Sài Gòn Xanh dari Vietnam dan LKP EMPIRE dari Malaysia.

Kampanye ini bertujuan memperkuat kesadaran akan isu lingkungan di tingkat ASEAN. Melalui forum diskusi, panduan teknis pembersihan pantai dan sungai, serta aksi nyata di lokasi terdampak. Dalam implementasinya, Pandawara melakukan aksi pembersihan lingkungan di Sungai Saigon, Vietnam, dan Pantai Batu Rakit di Kuala Terengganu, Malaysia.

Ada lima pilar program utama yang mereka kembangkan dalam memperluas dampak sosial dan lingkungan. Pertama Pancaranta, yaitu edukasi tentang pantai yang tercemar dan penyebab rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Kedua Manahrasa, yaitu  program peningkatan fasilitas kebersihan, pengelolaan sampah, dan kolaborasi komunitas lokal untuk membangun sistem yang berkelanjutan. Ketiga Jaganadara, yaitu dukungan terhadap pendidikan melalui pembangunan infrastruktur sekolah, pelatihan guru, dan kegiatan edukasi lingkungan. Keempat Ajaraksa, yaitu program literasi lingkungan berbasis sekolah dan perguruan tinggi dengan pendekatan interaktif dan kegiatan lapangan. Kelima Jaga Bumi (River Adopt) yaitu, inisiatif konservasi sungai yang mencakup adopsi daerah aliran sungai, pemasangan alat pemblokir sampah (trash barrier), pembentukan tim relawan muda, dan kampanye lingkungan di daerah-daerah rawan pencemaran.

Keberadaan Pandawara Group tak hanya berdampak langsung terhadap lingkungan, namun juga pada kultural dan edukasi. Mereka dianggap efektif dalam membangkitkan kesadaran generasi muda terhadap permasalahan lingkungan. Selain itu, aktivitas Pandawara juga berpengaruh pada sosial dan akademik, mereka telah menjadi objek studi berbagai riset ilmiah yang menyoroti efektivitas aktivisme digital. Ke depannya diharapkan semakin banyak generasi muda yang memiliki kesadaran dan kepekaan terhadap isu lingkungan serta berpartisipasi dalam upaya menjaga dan merawat kelestarian bumi Indonesia ini.

Penulis: Nashwa Nadrah

Proofreader: Nurul Fahdilah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *