
(17/3/26) Lebaran Idulfitri kini tinggal menghitung hari. Jutaan pemudik mulai merencanakan perjalanan pulang kampung. Dilansir dari Detiksumbagsel, sebanyak 143,9 juta orang diprediksi akan melakukan mudik lebaran 2026. Menurut Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan (Baketrans), sekitar 76,24 juta orang atau 52,98 persen pemudik memilih menggunakan kendaraan pribadi.
Arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan kembali mencapai puncaknya pada 18 dan 19 Maret 2026 seiring dimulainya masa cuti bersama. Lonjakan ini menjadi puncak kedua setelah peningkatan signifikan jumlah pemudik pada puncak pertama yang terjadi pada 14 dan 15 Maret lalu.
Kepolisian bersama Kementerian Perhubungan mencatat adanya kenaikan volume pergerakan masyarakat pada puncak pertama tersebut. Peningkatan ini diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan, terutama menjelang periode libur panjang.
Pemudik terbanyak berasal dari Jawa Barat (30,97 juta), DKI Jakarta (19,93 juta), Jawa Timur (17,2 juta), Jawa Tengah (16,57 juta), dan Banten (11,17 juta). Sementara daerah tujuan mudik terfavorit adalah Jawa Tengah (38,71 juta), Jawa Timur (27,29 juta), Jawa Barat (25,09 juta), DI Yogyakarta (8,20 juta), dan Sulawesi Selatan (5,36 juta) (Detiksumbagsel).
Dikutip dari CNN Indonesia, Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyampaikan bahwa lonjakan arus mudik juga akan terasa di sejumlah titik penyeberangan utama, khususnya Pelabuhan Merak dan Ciwandan, Banten. Ia memprediksikan puncak kepadatan di kedua pelabuhan tersebut terjadi pada 18 dan 19 Maret. “Menurut perkiraan kami, arus mudik akan mencapai puncaknya pada tanggal tersebut,” ujar Heru dalam keterangannya di Rest Area KM 43 Tol Tangerang-Merak, Minggu (15/03/2026).
Sementara itu, peningkatan volume kendaraan juga terpantau di jalur darat. Berdasarkan data PT Jasa Marga Trans Jawa Tol, sebanyak 23.610 kendaraan dari arah Jakarta tercatat melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, pada H-6 Lebaran, Minggu (15/03/2026), sejak pukul 00.00 hingga 12.44 WIB. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan H-7 Lebaran pada periode waktu yang sama, yakni sebanyak 20.665 kendaraan.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol, Ria Marlinda Paalo, menyatakan peningkatan arus kendaraan sebenarnya telah mulai terlihat sejak Kamis (11/3/2026), meskipun belum terlalu signifikan (CNN Indonesia).
Hingga saat ini, kondisi lalu lintas masih terpantau terkendali tanpa penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah maupun pengalihan sebagian jalur ke arah berlawanan (contraflow). Pihak terkait juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik guna menghindari kepadatan pada puncak arus mudik.
Penulis: Nashwa Nadrah
Proofreader: Fathma Mufidah Apriliani