Judul Buku: Self Love Is Important
Penulis: Riani
Penerbit: Pustaka Taman Ilmu
Tahun Terbit: 2022
Tebal Halaman: 25 Halaman
Cover Buku:

A. Pendahuluan
Menganggap diri sendiri tidak berharga tentunya bukan hanya persoalan yang terjadi pada anak muda. Karena masalah ini tidak pernah memandang usia. Tetapi sayangnya, tak banyak yang menyadari itu semua. Tidak semua orang mampu memahami dirinya sendiri, tidak semua orang tahu bahwa dirinya sedang disakiti, tidak semua orang sadar bahwa sebenarnya sedang berada pada keadaan tak percaya diri.
Insecure, sebuah kata yang sudah menjadi tren masa kini. Ketika apa yang dilihat, malah membuat perasaan semakin resah dan terasa berat. Semakin hilangnya rasa percaya diri, merasa tidak aman dan nyaman dengan apa yang dilakukan, terlalu sering menganggap bahwa setiap masalah adalah awal kehancuran, cukup menjadi persoalan yang sering dirasakan banyak kalangan.
Potret sosial media yang seharusnya bisa menjadi ajang bersenang-senang, kini menjadi faktor utama percaya diri itu hilang. Kalimat-kalimat kegagalan yang terus bersarang di pikiran, atau yang terus-menerus jadi pertanyaan, membuat mental semakin berantakan. Karena bagi mereka yang merasakan, kalimat harus mencintai diri sendiri hanyalah hiburan. Sedangkan faktanya, tak selalu bisa dilakukan.
Lalu, bagaimana pendapat orang-orang mengenai persoalan mencintai diri sendiri atau pada istilah zaman sekarang dikatakan “self love” itu? Apakah hal ini termasuk pada permasalahan yang penting untuk diketahui? Dan apakah setiap orang memiliki kewajiban untuk mengangkatnya sebagai sebuah persoalan yang penting?
Mungkin di zaman yang serba canggih, sosial media yang mudah diakses, dan istilah baru banyak tersebar, self love bukan lagi sesuatu yang asing ketika didengar. Buku yang berjudul “Self Love Is Important” ini secara garis besar menjelaskan apa itu self love, dan bagaimana implementasinya terhadap individu yang kini mulai banyak digaungkan.
Pembahasan mengenai self love yang bertebaran di media sosial terkadang dapat disalahartikan. Namun dalam buku ini, self love diterangkan secara ringkas dan cukup jelas. Seperti apa itu self love, bagaimana urgensinya, aspek-aspeknya, dan bagaimana cara merealisasikan self love itu sendiri? Serta apa keuntungan dari self love yang ‘katanya’ penting ini.
B. Kutipan dalam Buku
“Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain.”
Kalimat ini tentunya sangat kontras dengan realita yang ada pada masa kini. Banyak sekali anak-anak, remaja, bahkan dewasa yang terkadang dibandingkan atau membandingkan dirinya. Entah mengenai sebuah nilai, pencapaian, atau kesuksesan. Standarisasi masyarakat atau lingkungan dapat dikatakan menjadi faktor paling berpengaruh terhadap terjadinya ketidakpercayaan diri dan insecurity dengan segala pencapaian. Padahal, definisi dari sebuah nilai, pencapaian, bahkan kesuksesan bisa berbeda. Tergantung mau dilihat dari sudut pandang yang bagaimana.
“Bergaul dengan orang-orang yang memberikan pengaruh baik.”
Pada realitanya, banyak sekali orang-orang yang menumbuhkan relasi tanpa memikirkan pengaruhnya terhadap diri sendiri. Seperti berteman dengan orang-orang yang mengajak pada jalan yang salah, namun tetap diikuti karena rasa takut ‘tidak memiliki teman’ atau karena takut menjadi ‘bahan perbincangan’. Dalam buku ini, memutus relasi atau istilah kekiniannya cut off dengan orang-orang yang membawa pengaruh buruk, justru disarankan. Dengan tujuan untuk kebaikan diri sendiri tentunya.
“Menerima segala rasa sakit dan bahagia yang anda rasakan”
Ekspresi dalam diri yang seharusnya diwajarkan untuk ada, bagai dihakimi karena terkadang mendapat tekanan dari luar. Rasa bahagia yang mendapatkan caci maki karena iri dengki justru disimpan rapat-rapat. Rasa sakit hati yang tidak terobati malah menjadi asupan hangat untuk membenci diri sendiri, membenci kondisi, lalu menyalahkan takdir. Tetapi faktanya, setiap emosi dalam diri harus selalu di ekspresikan. Harus diterima dengan baik, dengan tujuan untuk mencintai diri sendiri dengan segala keadaannya.
C. Keunggulan
Buku ini ditulis dengan kondisi yang sesuai pada masa kini. Karena sekarang banyak sekali yang kurang memahami dan menyayangi dirinya sendiri. Penggunaan bahasa yang lugas membuat buku ini mudah untuk dipahami. Dalam buku ini ditulis pula beberapa quotes dari berbagai tokoh mengenai self love, sehingga membuat pembaca bisa merasa pas atau relate.
D. Kekurangan
Buku ini seharusnya bisa mengupas lebih dalam, namun karena hanya berjumlah 25 halaman, membuat penjelasannya terlalu singkat, sehingga tidak ada contoh yang tergambarkan. Saran untuk penulis, untuk lebih diperhatikan kembali ketika menyusun kata dan tanda baca. Selain itu, untuk kata yang memang asing didengar, diberikan pengertian serta contoh-contohnya seperti apa.
E. Kesimpulan
Buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca, minimal satu kali seumur hidup. Karena self love sendiri merupakan suatu pembahasan penting dalam upaya menghargai diri sendiri, menjaga, dan menyayanginya. Walaupun ringkas, buku ini berpotensi untuk memotivasi banyak orang agar lebih peduli terhadap dirinya sendiri. Karena menurut Les Brown yang dikutip dalam buku tersebut mengatakan bahwa, “seharusnya kita bisa mencintai diri sendiri tanpa syarat, sama halnya ketika mencintai orang-orang terdekat terlepas dari kesalahan yang mereka perbuat.”
Penulis: Lubna Syhahira Nurfadhela
Proofreader: Najwa Hafizho Ikram Tarigan